Berita Terbaru :
Perawat RSAL Ramelan Meninggal Akibat Positif Covid 19
Pemkab Gratiskan Rapid Test Santri yang Datang ke Ponpes
Pemkab Luncurkan Aplikasi Sibantu Guna Pantau Bantuan Covid-19
Ribuan Ikan Mati Mabuk di Waduk Sier
Enam Warga Korban Prona Lapor Polisi Nganjuk
Jumlah Pasien Covid 19 Yang Sembuh di Jawa Timur Makin Banyak
Tiga Karyawan PDAM Diduga Terpapar Covid 19
Warga Lumajang Masih Antri Pancarian Bantuan
Pengunjung Dibuat Tidak Saling Berpapasan di Dalam Mall
Jawa Timur Terjunkan Tim Covid 19 Hunter ke Sejumlah Daerah
Begini kata Kejaksaan Ponorogo Terkait Dugaan Korupsi PDAM
Lahir di Masa Pandemi Kelahiran Bayi Singa Putih Membawa Warna Tersendiri
Pandemi Covid-19, Penghobi Aquascape Bojonegoro Meningkat
6 Ribu Lebih Alat Rapid Test Sudah Digunakan Tracing
Mulai Minggu Depan Pelayanan Uji Kir Kembali Dibuka
   

Harga Cabai Lokal Naik, Pedagang Sedia Cabai Import
Ekonomi Dan Bisnis  Kamis, 11-07-2019 | 15:45 wib
Reporter : Ega Patria
Madiun pojokpitu.com, Harga cabai di Kota Madiun terus merangkak naik. Di Pasar Besar Madiun (PBM), harga cabai menembus angka Rp 55.000 sampai Rp 60.000 per kilogram. Sejumlah pedagang pun memilih mendatangkan cabai impor dari India sebagai alternatif pilihan.

Tingginya harga cabai di pasaran memberikan dampak yang cukup signifikan terutama bagi pengusaha makanan dan minuman. Di samping itu, juga berdampak pada masyarakat. Jika harga cabai kelewat mahal, ongkos yang dikeluarkan untuk membeli pun lebih besar.
Dari sisi pedagang, dampak yang dirasakan, yakni menurunnya daya beli konsumen.

Seorang pedagang di PBM, Suyati mengatakan, kenaikan harga cabai terjadi sejak sepekan terakhir. Karena itu dirinya mendatangkan cabai India yang harga jualnya lebih murah dibanding cabai lokal.

Di pasaran cabai impor dijual Rp 45.000 sampai Rp 50.000 per kilogram. Menurut Suyati, satu kilogram cabai impor sama halnya dengan lima kilogram cabai lokal.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun, Gaguk Hariyono membenarkan harga cabai kembali merangkak naik. Kenaikan disebabkan sejumlah faktor, satu diantaranya banyak tanaman cabai yang mati karena musim kemarau. "Terlebih, cabai yang dijual di pasaran, dipasok dari daerah lain seperti Magetan, Pare Kabupaten Kediri dan Surabaya," tutur Gaguk.

Gaguk tidak menampik, mahalnya harga cabai membuat pedagang melakukan impor.(end)

Berita Terkait

Harga Cabai Lokal Naik, Pedagang Sedia Cabai Import
Berita Terpopuler
Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Peristiwa  12 jam

Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
Pilkada  14 jam

Polwan Polres Lamongan Sosialisasikan New Normal di Beberapa Warkop
Peristiwa  13 jam

Pemuda Ini Setubuhi 8 Anak Dibawah Umur, 1 Korban Dipaksa Aborsi
Peristiwa  12 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber