Berita Terbaru :
Pemkab Ngawi Belum Berani Buka Lokasi Obyek Wisata
Patroli New Normal, Rapid Tes Didapati 6 Org Reaktif
PGRI Jatim Usulkan KBM Dimulai Januari 2021
Begini Metode Kampanye Yang Akan Diterapkan Dalam Pilkada Serentak
Dinilai Tak Koordinasi, Rapid Test di Lingkungan Masjid Dibubarkan
Bantuan Sosial Tunai Kemensos Tahap Kedua Mulai Dicairkan Hari Ini
Kecelakaan Kerja Tewaskan 3 Orang, Satu Karyawan PT Enero Ditetapkan Tersangka
Hasil Tes Swab Wakil Walikota Surabaya Dipastikan Negatif
Tujuh Hari Dirawat, Tambahan Klaster Jamaah Masjid Meninggal Dunia
Ribuan Paket Sembako Dan APD Disalurkan Ke Ribuan Warga Terdampak Covid-19 di Jatim
Diduga Sumbu Terlalu Pendek, Perangkat Desa Terkapar Terkena Ledakan Petasan
Pemkot Surabaya Pastikan 1 Karyawan PDAM Surabaya Meninggal Terpapar covid 19
Jenazah Korban Ditemukan Dibawah Tumpukan Jerami Kandang Sapi
Terapi Plasma Konvaselen Diklaim Mampu Sembuhkan Pasien Positif Covid 19
New Normal: Cabor Basket dan Sepak Bola Disarankan Jangan Latihan Seperti Biasa
   

Kejari Madiun Musnahkan 259,29 Sabu dan 152 Pil Ekstasi
Mataraman  Kamis, 11-07-2019 | 15:37 wib
Reporter : Ega Patria
Madiun pojokpitu.com, Kejaksaan Negeri (Kejari) Madiun memusnahkan sekitar 259,29 gram narkotika jenis sabu dan 152 pil ekstasi di halaman kantor kejaksaan. Pemusnahan dilakukan bersama Badan Narkotika Kota/Kabupaten (BNK) Nganjuk dan aparat kepolisian.

Pemusnahan dilakukan di halaman Kejaksaan Negeri (Kejari) Madiun. Ada sekitar 259 gram sabu - sabu dan 152 pil ekstasi. Barang bukti yang dimusnahkan telah disidangkan dan mendapat putusan hakim yang berkekuatan hukum tetap atau inkrah. Barang bukti tersebut hasil penindakan sejak tahun 2017. Selain sabu, petugas juga memusnahan puluhan handphone dan ganja.

Kepala Kejaksaan Negeri Madiun, Handoko Setyawan menyatakan pemusnahan barang bukti dilakukan sebagai upaya mendukung pemerintah menekan peredaran narkoba sekaligus mengurangi pengaruhnya terhadap masa depan generasi muda. "Pemusnahan barang bukti juga sebagai rangkaian Hari Bhakti Adhyaksa ke-59 tahun 2019," tutur Handoko Setyawan.

Sementara itu, Kasi Pemberantasan Narkotika BNK Nganjuk, Rindoko Aris mengungkapkan, peredaran narkoba di Kota Madiun masih cukup tinggi. Terlebih sejumlah kasus narkoba diduga dikendalikan dari Lapas Madiun. Karena itu pengawasan intensif terus dilakukan.

Berita Terkait

Begini Kondisi Widi B3 Setelah Suami Ditangkap karena Narkoba

Ada Aktor Ditangkap karena Kasus Narkoba, Ini Inisialnya

Pesta Narkoba di Villa Pacet, Dua Sopir Travel Digerebek Petugas BNN Kota Mojokerto

Enam Pengedar Narkoba Lumajang Ditangkap Polisi
Berita Terpopuler
Perawat RSAL Ramelan Meninggal Akibat Positif Covid 19
Covid-19  9 jam

Jenazah Korban Ditemukan Dibawah Tumpukan Jerami Kandang Sapi
Peristiwa  7 jam

Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Peristiwa  21 jam

Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
Pilkada  23 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber