Berita Terbaru :
Antisipasi Konflik, Bupati Lumajang Cek Jalan Tambang
Empat Rumah Ludes Terbakar Akibat Arus Pendek Listrik
Rekomendasi PKB di Pilkada 2020 Jatuh ke Keturunan Raja dan Sosok Kyai
Kasus Perceraian ASN Meningkat di Masa Pandemi
DPD PDIP Belum Terima Surat Rekom Terkait Pilwali Surabaya
Bawaslu Temukan Ratusan Penyelenggara Tak Netral Dalam Pilkada
Digunakan Tempat Prostitusi, Bangli Dibongkar
Curi Bawang Merah, Pelaku Dimassa dan Motor Dibakar
Ojek Tangguh Wajib Bawa 2 Masker
DPRD Provinsi Jatim Sidak PPDB SMAN 1 Bojonegoro
Sidoarjo Kembali Berlakuan Jam Malam Untuk Tekan Tingginya Penyebaran Covid 19
Diduga Bawa BBM, Sebuah Mobil Terbakar di Dekat SPBU Keting
Usai Tangani Pasien Covid 19, Puskesmas Ditutup
Jumlah Kasus Positif Korona Masih Tinggi, 3 Ruas Jalan Kembali Ditutup
Peserta UTBK SBMPTN Antri Rapid Test
   

Harga Cabai Naik Drastis Menjadi Rp 65 Ribu Perkilogram
Ekonomi Dan Bisnis  Kamis, 11-07-2019 | 14:19 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Kini harga cabai menembus Rp 65 ribu perkilogram, sehingga tak terjangkau konsumen. Foto Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Bencana kekeringan yang melanda sejumlah daerah menyebabkan harga cabai di Kabupaten Tuban melambung tinggi. Komoditas bumbu dapur itu mengalami kenaikan harga secara drastis atau lebih dari 100 persen dibandingkan harga sebelumnya.

Seperti terpantau di Pasar Baru, Jalan Gajahmada Tuban dalam 2 hari terakhir. Harga sebelumnya dikisaran Rp 20 ribu perkilogramnya, kini melonjak hingga menembus Rp 65 ribu perkilogramnya.

Cabai hijau misalnya, yang sebelumnya dijual pedagang Rp 20 ribu perkilogram, kini naik menjadi Rp 55 ribu perkilogram. Harga cabai rawit yang sebelumnya Rp 25 ribu perkilogram, naik menjadi Rp 60 ribu perkilogramnya. Sedangkan harga cabai merah besar, yang sebelumnya dijual dengan harga Rp 30 ribu perkilogram, naik drastis menjadi Rp 65 ribu perkilogramnya.

Kondisi ini membuat ibu rumah tangga mengeluh, lantaran harga kian tak terjangkau. Agar tetap bisa belanja kebutuhan dapur lain, konsumen terpaksa harus mengurangi porsi cabai dalam masakan.

Menurut Daliyatun pedagang cabai, kenaikan harga dipicu bencana kekeringan yang melanda sejumlah daerah. Sehingga para petani cabai gagal panen. Kondisi ini membuat stok cabai langka, sehingga harga cabai langsung meroket. (pul)

Berita Terkait

Ayo Dukung Kementan Mengantisipasi Jatuhnya Harga Cabai di Tengah Pandemi

Harga Cabai Turun Drastis, Petani Banyak Merugi

Harga Cabe Naik, Pedagang Makanan Ikut Mengeluh

Harga Cabai Naik Drastis Menjadi Rp 65 Ribu Perkilogram
Berita Terpopuler
Kembali Dibuka, Tempat Wisata di Blitar Terapkan Protokol Kesehatan
Mlaku - Mlaku  17 jam

Tugu Polisi Monumen Perjuangan Polri Karesidenan Besuki Akan Direnovasi
Tempo Doeloe  16 jam

Hama Ulat Mulai Serang Tanaman Jagung
Ekonomi Dan Bisnis  14 jam

Tahapan Relokasi Pedagang Ojokan Masih Lamban
Ekonomi Dan Bisnis  15 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber