Berita Terbaru :
Ada Aktor Ditangkap karena Kasus Narkoba, Ini Inisialnya
Jumlah Kasus Corona di Jatim Bertambah 265
Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
PSSI Pastikan Persiapan Timnas U-16 dan U-19 Jalan Terus
Bertahan Hidup di Tengah Pandemi Covid-19, Detailer Farmasi Menjual Kopi Keliling Dengan Sepeda Angin
Jatim Beri Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19 Masuk SMA/SMK Negeri
Ford Sematkan Fitur Ini di Mobil Polisi untuk Membunuh Virus Corona
Microsoft Mulai Gantikan Tugas Jurnalis dengan Robot
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
5 Jam Pencarian, Pemuda Penjaring Ikan Tenggelam Ditemukan Meninggal Dunia
   

Guru SMP Praja Mukti Mulai Mengundurkan Diri
Pendidikan  Rabu, 10-07-2019 | 19:05 wib
Reporter : Atiqoh Hasan
Berita Video : Guru SMP Praja Mukti Mulai Mengundurkan Diri
Surabaya pojokpitu.com, Tenaga pendidik di SMP Praja Mukti Surabaya, mulai mengundurkan diri, pasca Pemkot Surabaya mengirimkan surat agar sekolah tak lagi menerima siswa baru. Pasalnya, lahan seluas 3 ribu meter persegi tersebut, disebut-sebut merupakan milik Pemkot Surabaya yang akan diambil alih.

Perkumpulan Pengelola Pendidikan Praja Mukti Surabaya, menolak rencana Pemkot Surabaya yang akan mengambil alih lahan sekolah yang telah berdiri lebih dari 40 tahun. Sebab, berdasarkan sejarah, tanah sekolah tersebut diberikan oleh Walikota Surabaya kala itu tahun 1971.

Pemberian tanah tanpa dilengkapi dengan sertifikat tanah. Pun Pemkot Surabaya juga tak memiliki sertifikat. Sehingga, pengambilalihan tanah dinilai tak sesuai hukum.

Danang Herdijanto, wakil P3PMS menyebut, pasca rencana itu, kini beberapa gurunya telah mengundurkan diri. Disusul dengan minimnya siswa yang diterima, membuat guru resah terkait jam mengajar. Selain itu pencabutan izin sejak 2017 lalu secara otomatis membuat dana BOS dan BOP tidak cair. Menjadikan operasional sekolah sepenuhnya bergantung pada spp siswa.

"Kami telah menerima surat resmi dari Pemkot Surabaya untuk tidak menerima siswa baru. Surat tersebut menjadikan kami perlu menggugat Pemkot di PTUN. Sedangkan surat untuk pengosongan lahan belum diterima karena kini masih berstatus sengketa administrasi," kata Danang. (pul)

Berita Terkait

Guru SMP Praja Mukti Mulai Mengundurkan Diri
Berita Terpopuler
5 Jam Pencarian, Pemuda Penjaring Ikan Tenggelam Ditemukan Meninggal Dunia
Peristiwa  10 jam

Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Metropolis  8 jam

Microsoft Mulai Gantikan Tugas Jurnalis dengan Robot
Teknologi  7 jam

Bertahan Hidup di Tengah Pandemi Covid-19, Detailer Farmasi Menjual Kopi Kelilin...selanjutnya
Life Style  3 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber