Berita Terbaru :
Sensasi Gowes di Gunung Bromo Disaat Bromo Masih Ditutup Untuk Wisatawan
Dhea Lukita Andriana, Pelajar Asal Tulungagung Dua Kali Terpilih Menjadi Paskibraka Nasional
Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Ditarget, Alun-Alun Surabaya Area Atas Selesai 17 Agustus
Sandang Status Zona Merah, Warga Wonocolo Buat Kampung Lalu Lintas Steril Covid-19
Pasca P21, Kejaksaan Langsung Serahkan Perkara Sekda Ke Pengadilan Negeri
Gerakan Pemulihan Ekonomi Gubenur Jatim Kunjungi Pabrik Mamin dan Kebun Coklat Mojokerto
Tidak Memiliki Ijazah Profesi, Ribuan Bidan 2025 Terancam Tutup Praktek
Hak Mendaftarkan Cabup Cawabup Bisa Diambil Alih oleh DPP
Ibu Anak Pemilik Rumah Makan Rawon Nguling Meninggal Dunia Positif Virus Corona, 20 Karyawan Di-Swab
Kebakaran Hebat Pabrik Pengolahan Kayu
Tiga Siswa Harus Naik Turun Gunung Cari Sinyal Internet
Satu Hakim Positif Covid, 10 Hakim Lainnya Isolasi Mandiri, Sidang Banyak Yang Ditunda
Imun Rentan, Ratusan Ibu Hamil Di-Swab
Satlantas Ponorogo Cari Warga Miskin dan Bagikan Sembako
   

Sisihkan Keuntungan, Nenek Penjual Kacang Akhirnya Berangkat Haji
Sosok  Selasa, 09-07-2019 | 11:08 wib
Reporter : Nanda Andrianta
Sunak Mutiha Djumakah, penjual kacang yang bisa berhaji. Foto Nanda
Surabaya pojokpitu.com, Seorang nenek penjual kacang asal Probolinggo, selangkah lagi akan mewujudkan mimpinya untuk menunaikan ibadah haji. Bermodal keyakinan dan rajin menyisihkan sebagian keuntungan penjualan kacangnya,kini bisa tergabung dalam kelompok terbang 9 Embarkasi Surabaya.

Adalah Sunak Mutiha Djumakah, terlihat sumringah saat ditemui di Asrama Haji Embarkasi Surabaya,Senin (8/7).Nenek berusia 64 tahun,warga jalan Cokroaminoto,Kebonsari Kulon, Kota Probolinggo ini selangkah lagi berangkat ke tanah suci,

Ditinggal suami tercinta sejak 14 tahun lalu,membuat Sunak harus memutar otak agar bisa terus menjalani hidup. Tanpa bergantung pada anaknya yang sudah dewasa.Akhirnya,Sunak  berjalan menjadi penjual kacang yang dikemas dalam bungkus plastik seharga Rp 500 dipilihnya.

Sunak biasa menitipkan kacang dagangannya ke warung-warung sekitar tempat tinggalnya. Penghasilannya perhari hanya sekitar Rp 20 ribu,yang sebagian digunakan kulakan kacang untuk dijual kembali dengan kemasan dan harga yang sama.Sebagian keuntungan itulah yang Sunak tabung.

Sekitar 10 tahun lalu,saat tabungannya mencapai Rp 1 juta,Sunak yang kini dikaruniai dua cucu mendaftar haji. Kemudian total biaya haji Rp 36 juta dilunasi, dengan cara dicicildari hasil berjualan kacang.

Saat ini Sunak Mutiha Djumakah tergabung dalam kelompok terbang,atau kloter 9 Embarkasi Surabaya. Pada Senin malam memasuki asrama Haji Sukolilo Surabaya. Menurut jadwal,ia akan terbang ke tanah suci melalui Bandara Internasional Juanda Surabaya,Selasa malam nanti. (pul)

Berita Terkait

656 Calon Haji Situbondo Diberangkatkan ke Embarkasi Surabaya

Sisihkan Keuntungan, Nenek Penjual Kacang Akhirnya Berangkat Haji

Ribuan Calon Jamaah Haji Asal Bojonegoro Mengikuti Manasik Haji

Ditinggal Tahlilan, Uang Ongkos Naik Haji Hilang Dicuri
Berita Terpopuler
Ibu Anak Pemilik Rumah Makan Rawon Nguling Meninggal Dunia Positif Virus Corona,...selanjutnya
Covid-19  4 jam

Mayat Perempuan Ditemukan di Kebun Tebu
Peristiwa  10 jam

Musda,Toufik Kembali Nahkodai Golkar Ponorogo
Pilkada  21 jam

Penahanan Kepala Desa Lebak Jabung Diwarnai Aksi Demo dan Isak Tangis
Peristiwa  13 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Jual Beli Tebu Diluar Pabrik Meresahkan PG Lestari
Jatim Awan

Dampak Pandemi, 68 Ribu Warga Bojonegoro dan Tuban Menunggak Iuran BPJS
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber