Berita Terbaru :
Pemkab Ngawi Belum Berani Buka Lokasi Obyek Wisata
Patroli New Normal, Rapid Tes Didapati 6 Org Reaktif
PGRI Jatim Usulkan KBM Dimulai Januari 2021
Begini Metode Kampanye Yang Akan Diterapkan Dalam Pilkada Serentak
Dinilai Tak Koordinasi, Rapid Test di Lingkungan Masjid Dibubarkan
Bantuan Sosial Tunai Kemensos Tahap Kedua Mulai Dicairkan Hari Ini
Kecelakaan Kerja Tewaskan 3 Orang, Satu Karyawan PT Enero Ditetapkan Tersangka
Hasil Tes Swab Wakil Walikota Surabaya Dipastikan Negatif
Tujuh Hari Dirawat, Tambahan Klaster Jamaah Masjid Meninggal Dunia
Ribuan Paket Sembako Dan APD Disalurkan Ke Ribuan Warga Terdampak Covid-19 di Jatim
Diduga Sumbu Terlalu Pendek, Perangkat Desa Terkapar Terkena Ledakan Petasan
Pemkot Surabaya Pastikan 1 Karyawan PDAM Surabaya Meninggal Terpapar covid 19
Jenazah Korban Ditemukan Dibawah Tumpukan Jerami Kandang Sapi
Terapi Plasma Konvaselen Diklaim Mampu Sembuhkan Pasien Positif Covid 19
New Normal: Cabor Basket dan Sepak Bola Disarankan Jangan Latihan Seperti Biasa
   

Sisihkan Keuntungan, Nenek Penjual Kacang Akhirnya Berangkat Haji
Sosok  Selasa, 09-07-2019 | 11:08 wib
Reporter : Nanda Andrianta
Sunak Mutiha Djumakah, penjual kacang yang bisa berhaji. Foto Nanda
Surabaya pojokpitu.com, Seorang nenek penjual kacang asal Probolinggo, selangkah lagi akan mewujudkan mimpinya untuk menunaikan ibadah haji. Bermodal keyakinan dan rajin menyisihkan sebagian keuntungan penjualan kacangnya,kini bisa tergabung dalam kelompok terbang 9 Embarkasi Surabaya.

Adalah Sunak Mutiha Djumakah, terlihat sumringah saat ditemui di Asrama Haji Embarkasi Surabaya,Senin (8/7).Nenek berusia 64 tahun,warga jalan Cokroaminoto,Kebonsari Kulon, Kota Probolinggo ini selangkah lagi berangkat ke tanah suci,

Ditinggal suami tercinta sejak 14 tahun lalu,membuat Sunak harus memutar otak agar bisa terus menjalani hidup. Tanpa bergantung pada anaknya yang sudah dewasa.Akhirnya,Sunak  berjalan menjadi penjual kacang yang dikemas dalam bungkus plastik seharga Rp 500 dipilihnya.

Sunak biasa menitipkan kacang dagangannya ke warung-warung sekitar tempat tinggalnya. Penghasilannya perhari hanya sekitar Rp 20 ribu,yang sebagian digunakan kulakan kacang untuk dijual kembali dengan kemasan dan harga yang sama.Sebagian keuntungan itulah yang Sunak tabung.

Sekitar 10 tahun lalu,saat tabungannya mencapai Rp 1 juta,Sunak yang kini dikaruniai dua cucu mendaftar haji. Kemudian total biaya haji Rp 36 juta dilunasi, dengan cara dicicildari hasil berjualan kacang.

Saat ini Sunak Mutiha Djumakah tergabung dalam kelompok terbang,atau kloter 9 Embarkasi Surabaya. Pada Senin malam memasuki asrama Haji Sukolilo Surabaya. Menurut jadwal,ia akan terbang ke tanah suci melalui Bandara Internasional Juanda Surabaya,Selasa malam nanti. (pul)

Berita Terkait

656 Calon Haji Situbondo Diberangkatkan ke Embarkasi Surabaya

Sisihkan Keuntungan, Nenek Penjual Kacang Akhirnya Berangkat Haji

Ribuan Calon Jamaah Haji Asal Bojonegoro Mengikuti Manasik Haji

Ditinggal Tahlilan, Uang Ongkos Naik Haji Hilang Dicuri
Berita Terpopuler
Perawat RSAL Ramelan Meninggal Akibat Positif Covid 19
Covid-19  10 jam

Jenazah Korban Ditemukan Dibawah Tumpukan Jerami Kandang Sapi
Peristiwa  7 jam

Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Peristiwa  22 jam

Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
Pilkada  24 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber