Berita Terbaru :
Forkopimda Koordinasi Kamtibmas Saat Pilkada di Masa Pandemi
Batas Waktu 27 September, Semua Paslon Sudah Serahkan Surat Pengunduran Diri
Dua Paslon Kampanye, Calon Walikota Petahana Teno Bagi Masker, Gus Ipul Menyapa Warga Terdampak Banjir
Monumen Kresek Saksi Bisu Sejarah Kekejaman PKI di Madiun
Tren Naik Perkara Perceraian di Tengah Pandemi
Aliansi Cinta NKRI Dukung Polda Jatim Bubarkan Deklarasi KAMI
Tim Patroli Air Jatim Pantau Pembuangan Limbah Industri
Mayat Seorang Perempuan Ditemukan di Lahan Tebu Gegerkan Warga
Seni Lukis Gentong Bekas Jadi Karya Bernilai Tinggi
Ruko Jual Aneka Kerupuk di Area Pasar Baru Ludes Terbakar, Petugas Butuh 3 Jam Padamkan Api
Bawaslu Temukan Oknum ASN Beri Dukungan, Unggah Gambar Salah Satu Paslon Di Medsos
Tim Cyber Polres Blitar Kota Patroli Dunia Maya Temukan Indikasi Kampanye Hitam
Hipakad Jatim : Jika Aksi KAMI Adalah Makar , Maka Mestinya Diproses Hukum
Sampai Saat Ini Pemprov Jatim Belum Menyerahkan KUA PPAS Kepada DPRD Jatim
Lpg Melon Cepat Habis, Diduga Digunakan Untuk Pertanian
   

Bondowoso Cuaca Ekstrim, Harga Sayur Naik
Ekonomi Dan Bisnis  Selasa, 09-07-2019 | 06:15 wib
Reporter : Rizqi Setiawan
Bondowoso pojokpitu.com, Sejak beberapa pekan terakhir, cuaca ektrim melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Di Bondowoso, keadaan ini mempengaruhi harga sejumlah komoditi sayuran pada sejumlah pasar. Banyak tanaman sayuran petani rusak hingga menurun produksinya, seperti cabai besar merah, cabai rawit, cabai hijau, dan kubis.

Turunnya embun upas setiap dini hari hingga pagi, membuat sayuran mengerut hingga rusak. Selain penurunan prosuksi, hasil sayur yang dijual kualitasnya kurang baik dibanding hari biasanya.

Kenaikan tertinggi terjadi pada komoditi cabai merah besar, yang sebelumnya Rp 44.000 menjadi Rp 58.000 hingga Rp 60.000 perkilogramnya. Cabai rawit merah yang semula Rp 45.000 menjadi Rp 50.000 perkilogram, serta komoditi kubis yang sebelumnya Rp 4.000 perkilogram menjadi Rp 5.000.

Suhartono, Kabid Usaha Perdagangan Diskoperindag Bondowoso, menjelaskan, kenaikan ini bervariatif, mulai dari 10 persen hingga 36 persen pada setiap komoditi.

"Kita akan berkordinasi dengan dinas pertanian, agar produksi petani menjadi kembali stabil," jelas Suhartono.

Petugas pasar memperkirakan gejolak harga akan masih akan terjadi, selama cuaca masih belum kembali normal. (yos)

Berita Terkait

Jelang Hari Raya Harga Sembako di Bawean Mulai Naik

Jelang Idul Adha Sejumlah Kebutuhan Pokok Turun

Pedagang Mengeluh, Harga Bumbu Dapur di Pasar Tradisional Tak Stabil

Harga Bawang Merah Tembus 60.000 Perkilo
Berita Terpopuler
Hutan Pohon Pelangi, Spot Selfie Apik Bagi Pengunjung
Mlaku - Mlaku  12 jam

Monumen Kresek Saksi Bisu Sejarah Kekejaman PKI di Madiun
Tempo Doeloe  1 jam

Tim Patroli Air Jatim Pantau Pembuangan Limbah Industri
Metropolis  2 jam

Angka Pernikahan Dini di Kabupaten Madiun Meningkat 100 Persen
Peristiwa  13 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Massa Hadang Penjemputan Pasien Covid 19
Pojok Pitu

Belasan Kartu Keluarga Dijadikan Bungkus Tempe
Pojok Pitu

Langgar Protokol Kesehatan Pertunjukan Seni Musik Tradisional Dibubarkan Satgas ...selanjutnya
Jatim Awan

Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber