Berita Terbaru :
Penyeberangan ke Pulau Gili Sepi, Ini Penyebabnya
Pasien Rawat Jalan Kemotologi di RSUD dr Soetomo Menghilang Sejak Wabah Covid
Pelaku UMKM Jombang Dorong Pemerintah Segera Terapkan New Normal
PB Dikabulkan, Napi Teroris Asal Surabaya Bebas
Mobil PCR Dioperasikan Untuk Luar Daerah, Risma Mengamuk
Dua Penyuap Mantan Bupati Sidoarjo Divonis 20 Bulan
Pulang Melaut, Pencari Kupang Hilang Terseret Banjir
Kejar-Kejaran Dengan Polisi, Sepasang Kekasih Ditangkap Karena Gelapkan Mobil
Pohon Tumbang Ganggu Akses Jalan Desa
Balon Udara Berukuran Besar Nyangkut di Kabel Telkom Ponorogo
5 Anggota Keluarga Kluster Sampoerna Ditest Swab
Diduga Kelebihan Muatan, Truk Bermuatan Kaca Terguling
Pedagang Dari Luar Kota Diwajibkan Miliki Surat Keterangan Hasil Rapid Test
Dinkes Kembali Lakukan Rapid Test Terhadap Ratusan Pedagang Pasar Batu
Diterjang Aliran Sungai, Jembatan Rusak, Akses Antar Desa Terputus
   

Tim Cagar Budaya dan Pemerhati Sejarah Pertanyakan Kembali Kejelasan Benteng Kedung Cowek pada Pemkot
Tempo Doeloe  Senin, 08-07-2019 | 18:24 wib
Reporter : Nanang Purwono, Dewi Imroatim
Surabaya pojokpitu.com, Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata melakukan koordinasi tentang Benteng Kedung Cowek dengan Tim Ahli Cagar Budaya dan pemerhati sejarah dari Roodebrug Soerabaia dan Forum Begandring Soerabaia Senin pagi. Koordinasi ini menindaklanjuti pernyataan Panglima Kodam V Brawijaya yang mengatakan bahwa aset Benteng Kedung Cowek masih dalam penguasaan dan pengelolaan TNI AD.

Berdasarkan Undang - Undang nomer 11 tahun 2010 tentang kriteria cagar budaya bahwa peninggalan Benteng Kedung Cowek yang digunakan oleh TNI AD Kodam V Brawijaya layak ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya. Selain usianya lebih dari 50 tahun, nilai kesejarahan yang terkandung dapat menjadi obyek penelitian, pendidikan dan ilmu pengetahuan.

Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata pernah memulai memproses pencagarbudayaan peninggalan bersejarah tersebut pada tahun 2015.

"Pemkot bersurat kepada Kodam V Brawijaya yang memiliki aset tesebut. Namun prosesnya terhenti karena mendapat kabar bahwa lahan tesebut sedang ditukar guling. Surat balasan dari Kodam V Brawijaya ini dialamatkan kepada Walikota Surabaya," kata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surabaya, Antiek Sugiharti di depan Tim Ahli Cagar Budaya dan perwakilan Komunitas Pegiat Sejarah Ady Setyawan dan Nanang Purwono.

Sebelumnya, komunitas sempat beraudensi kepada Panglima Kodam V Brawijaya, Mayjend Wisnu Prasetya Boedi dan di hadapan seluruh jajaran Kodam V dan para perwakilan komunitas, mengatakan bahwa Benteng Kedung Cowek masih dalam penguasaan TNI AD dan Pangdam menyampaikan membuka diri untuk upaya pelestarian dan pemanfaatan. Terlebih oleh Pemkot Surabaya sebagai lembaga yang secara undang - undang bisa melakukan. Termasuk melakukan penetapan cagar budaya atas aset tersebut.

Mendengar respon dari Pangdam tersebut, Pemerintah Kota Surabaya berencana untuk melakukan audensi kepada Pangdam terkait dengan upaya pelestarian aset bersejarah tersebut.

Antiek sangat menghargai partisipasi komunitas yang selama ini begitu peduli terhadap benteng tesebut. "Komunitas siap mendukung pemerintah untuk penyelamatan benteng," kata Pendiri komunitas Roodebrug Soerabaia Adi Setyawan

Dari hasil rapat koordinasi tentang Benteng Kedung Cowek ini Pemerintah Kota Surabaya akan melakukan audensi kepada Pangdam V Brawijaya terkait status kepemilikan Benteng Kedung Cowek untuk selanjutnya ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya.

Selain gugusan benteng, upaya pencagar budayaan itu juga meliputi masjid dan makam Waliyullao Having Syeh Umar Sumbo Karomallah KH Hasbulloh yang tidak jauh dari benteng.(end)





Berita Terkait

Benteng Kedung Cowek Resmi Menjadi Bangunan Cagar Budaya

Pemkab Ngawi Tutup Sementara Lokasi Benteng Pendem

Kalangan Akademisi Ikut Lestarikan Benteng Kedung Cowek

Pemerintah RI Bantu Revitalisasi Benteng Pendem
Berita Terpopuler
Begini Reaksi Petugas Saat Pedagang Pasar Sono Terpapar Virus Corona
Metropolis  10 jam

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Peristiwa  12 jam

Cuitan Dokter di Twitter Viral, Pihak RS Royal Beri Klarifikasi
Metropolis  7 jam

Penataan Ulang Pasar Tradisional Cegah Penularan Covid-19
Metropolis  15 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber