Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Tempo Doeloe 

Tim Cagar Budaya dan Pemerhati Sejarah Pertanyakan Kembali Kejelasan Benteng Kedung Cowek pada Pemkot
Senin, 08-07-2019 | 18:24 wib
Oleh : Nanang Purwono, Dewi Imroatim
Surabaya pojokpitu.com, Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata melakukan koordinasi tentang Benteng Kedung Cowek dengan Tim Ahli Cagar Budaya dan pemerhati sejarah dari Roodebrug Soerabaia dan Forum Begandring Soerabaia Senin pagi. Koordinasi ini menindaklanjuti pernyataan Panglima Kodam V Brawijaya yang mengatakan bahwa aset Benteng Kedung Cowek masih dalam penguasaan dan pengelolaan TNI AD.

Berdasarkan Undang - Undang nomer 11 tahun 2010 tentang kriteria cagar budaya bahwa peninggalan Benteng Kedung Cowek yang digunakan oleh TNI AD Kodam V Brawijaya layak ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya. Selain usianya lebih dari 50 tahun, nilai kesejarahan yang terkandung dapat menjadi obyek penelitian, pendidikan dan ilmu pengetahuan.

Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata pernah memulai memproses pencagarbudayaan peninggalan bersejarah tersebut pada tahun 2015.

"Pemkot bersurat kepada Kodam V Brawijaya yang memiliki aset tesebut. Namun prosesnya terhenti karena mendapat kabar bahwa lahan tesebut sedang ditukar guling. Surat balasan dari Kodam V Brawijaya ini dialamatkan kepada Walikota Surabaya," kata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surabaya, Antiek Sugiharti di depan Tim Ahli Cagar Budaya dan perwakilan Komunitas Pegiat Sejarah Ady Setyawan dan Nanang Purwono.

Sebelumnya, komunitas sempat beraudensi kepada Panglima Kodam V Brawijaya, Mayjend Wisnu Prasetya Boedi dan di hadapan seluruh jajaran Kodam V dan para perwakilan komunitas, mengatakan bahwa Benteng Kedung Cowek masih dalam penguasaan TNI AD dan Pangdam menyampaikan membuka diri untuk upaya pelestarian dan pemanfaatan. Terlebih oleh Pemkot Surabaya sebagai lembaga yang secara undang - undang bisa melakukan. Termasuk melakukan penetapan cagar budaya atas aset tersebut.

Mendengar respon dari Pangdam tersebut, Pemerintah Kota Surabaya berencana untuk melakukan audensi kepada Pangdam terkait dengan upaya pelestarian aset bersejarah tersebut.

Antiek sangat menghargai partisipasi komunitas yang selama ini begitu peduli terhadap benteng tesebut. "Komunitas siap mendukung pemerintah untuk penyelamatan benteng," kata Pendiri komunitas Roodebrug Soerabaia Adi Setyawan

Dari hasil rapat koordinasi tentang Benteng Kedung Cowek ini Pemerintah Kota Surabaya akan melakukan audensi kepada Pangdam V Brawijaya terkait status kepemilikan Benteng Kedung Cowek untuk selanjutnya ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya.

Selain gugusan benteng, upaya pencagar budayaan itu juga meliputi masjid dan makam Waliyullao Having Syeh Umar Sumbo Karomallah KH Hasbulloh yang tidak jauh dari benteng.(end)





Berita Terkait


Pemerintah RI Bantu Revitalisasi Benteng Pendem

Benteng Kedung Cowek Dibangun Selama 7 Tahun (1900 - 1907)

Benteng Kedung Cowek: Antara Belanda Dan Jepang?

Uji Usia Bangunan Benteng Kedung Cowek, TACB Lakukan Pengeboran


Uji Usia Bangunan Benteng Kedung Cowek, TACB Lakukan Pengeboran

Begini Isi Surat Terbuka Kepada Tim Ahli Cagar Budaya Terkait Benteng Kedung Cowek

Angka Hiv Aids Tingggi, Ketua PKK Ajak Anggotanya Menjadi Benteng Keluarga

Benteng Kedung Cowek Akan Ditetapkan Sebagai Cagar Budaya

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber