Berita Terbaru :
Dinilai Tak Siap, Tim Pansus Tunda Rapat Dengan Tim Satgas Covid-19
Gedung SMP Jadi Tempat Karantina, Total 109 Pemudik Dikarantina
Jelang Rahmadan Terminal Purabaya Mengalami Penurunan Penumpang Hingga 75 Persen
UTBK SBMPTN Mundur
Pencari Kerang Terpeleset dan Terseret Arus, Ditemukan Tak Bernyawa
Satu Pasien PDP Meninggal Dunia
Tuban Zona Merah, Dua Perawat Puskesmas Positif Covid-19
Mahasiswa Malasyia Meninggalkan Indonesia Dengan Menggunakan Penerbangan Khusus
Mudik ke Kampung Halaman, Pria Diisolasi di Kantor Desa
Pengemudi Jatuh Tak Sadarkan Diri, Warga Takut Mendekat
Video Call Kondisi Pasien Positif Covid 19 Terus Membaik
Sebanyak 14 PDP Berhasil Disembuhkan,1 Positif Masih Diisolasi
Tim Gugus Tugas Covid-19 Rapid Test Keluarga PDP
Sebar Berita Hoax, Seorang Warga Tertangkap Polisi
Pasca Libur, Pemohon SIM di Polresta Sidoarjo Membludak
   

PPDB SMPN Selesai, SMP Swasta Masih Kekurangan Murid
Pendidikan  Jum'at, 05-07-2019 | 18:29 wib
Reporter : Atiqoh Hasan
Hentri Purwidajati, Kepala SMP PGRI 5 Surabaya.
Surabaya pojokpitu.com, Hampir sepekan belakangan, sejumlah sekolah swasta yang tergabung dalam Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP swasta bingung, karena jumlah murid yang mendaftar sepi. Bahkan ada SMP swasta yang hingga saat ini masih menerima dua siswa baru.

PPDB sistem zonasi di SMP negeri telah usai pada 24 Juni lalu. Siswa yang tidak diterima di negeri, biasanya akan lari ke SMP swasta. Namun pola lama yang dihafal oleh para guru swasta ternyata meleset.

"Terpantau di SMP PGRI 5 Surabaya, sejak pendaftaran dibuka pada 9 Juni hingga saat ini hanya ada dua siswa baru yang mendaftar. Jumlah ini menurun dibanding tahun lalu, yang menerima 13 siswa," tutur Hentri Purwidajati, Kepala SMP PGRI 5 Surabaya.

Hal senada diungkapkan SMP PGRI 17 Surabaya. Pihaknya hingga saat ini hanya mendapatkan 6 murid, namun 2 murid mitra warga mencabut berkas dan pindah ke SMPN 55 serta SMPN 21 Surabaya.

Hal ini serupa dengan data dari MKKS SMP swasta yang menyebut sebanyak 523 siswa mengundurkan diri dari 56 SMP swasta, sejak 26 Juni lalu. Mereka mencabut berkas untuk daftar ulang ke SMP negeri padahal proses PPDB online jenjang SMP telah ditutup.

Ketua Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan, Pendidikan Dasar dan Menengah PGRI Jatim, Sugijanto Tjokro menyebut, Dinas Pendidikan telah melanggar kesepakatan yang telah ditetapkan. Sehingga merugikan sekolah swasta.

Berdasarkan data dari MKKS Surabaya, rata - rata SMP swasta masih terisi sekitar 30 persen atau total sebanyak 16 ribu dari jumlah pagu yang disediakan sebanyak 23 ribu.(end)


Berita Terkait

Komisi D DPRD Surabaya Inginkan PPDB Tahun Ini Sekolah Swasta Bisa Bersaing

Dindik Surabaya Tunggu Perwali untuk Mengatur PPDB

DPRD Kota Surabaya Imbau Dindik Perhatikan Pagu PPDB

Penjelasan Terbaru Menteri Nadiem Makarim Seputar Sistem Zonasi PPDB 2020
Berita Terpopuler
Video Call Kondisi Pasien Positif Covid 19 Terus Membaik
Peristiwa  1 jam

Jelang Puasa dan Dampak Corona, Harga Daging Naik
Ekonomi Dan Bisnis  13 jam

Aplikasi Ini Tawarkan Gratis Kuota Selama di Rumah Saja
Teknologi  18 jam

Tebing Sungai Longsor Setiap Hujan Datang, Warga Kian Resah
Peristiwa  5 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber