Berita Terbaru :
Jangan Dibuang, Buktikan 3 Manfaat Teh Celup Untuk Kecantikan Kulit
Ada 6 Pegawai Positif Covid 19, PN Surabaya Kembali Ditutup
Simak 3 Kunci Sukses Adele Turunkan Berat Badan Hingga 45 Kg
Walikota Surabaya Minta Bantuan Rp 700 Miliar Untuk Akses GBT
Jokowi Teken PP, Pegawai KPK Resmi Jadi ASN
Pemkab Sidoarjo Bagi 15 Ribu Masker Gratis Untuk Penanganan Covid 19
Banyak yang Belum Tahu Arti Sebenarnya Warna Lampu Lalu Lintas
Menikah Kali Ke 4 di Tahanan, Napi Ini Disaksikan Tiga Mantan Istrinya
Kurikulum Darurat Sudah Terbit, Guru Tidak Perlu Bingung dalam PJJ
   

Disparpora Nyatakan 80 Persen Destinasi Wisata Bebas Dampak Hepatitis
Mataraman  Jum'at, 05-07-2019 | 18:09 wib
Reporter : Edwin Adji
Pacitan pojokpitu.com, Kabar hepatitis A yang mewabah di Kabupaten Pacitan, juga berdampak terhadap kunjungan wisatawan. Sejak ditetapkan KLB pada tanggal 25 Juni lalu, jumlah kunjungan merosot hingga 60 persen.

Hal tersebut karena banyak dari wisatawan yang tidak mengetahui destinasi wisata mana yang menjadi warning, untuk dikunjungi sementara waktu.

Chrismilia  Natalia,Sekretaris Himpunan Hotel Dan Restoran Indonesia, menjelaskan, sehingga banyak wisatawan yang membatalkan jadwal kunjungan mereka,karena takut tertular wabah hepatitis A.

Tentu ini membuat Disparpora gerah, mengingat libur sekolah yang diharapkan dapat menambah pendapatan dar i sektor pariwisata sebesar Rp 15 milyar yang dicanangkan pemerintah pada tahun 2019, terancam tak terpenuhi akibat merosotnya jumlah  kunjungan wisatawan dengan kabar hepatitis A yang mewabah di Pacitan.

Hartoko,Kepala Bidang Pemasaran Disparpora Pacitan, mrnrjlaskan, Perlu diketahui wisatawan yakni tidak semua destinasi wisata terdampak wabah hepatitis, hanya sekitar 20 persen saja destinasi wisata yang menjadi warning untuk dikunjungi wisatawan sementara waktu. Seperti pantai taman, pantai soge dan beberapa destinasi wisata lainnya yang berada di sebelah timur.

"Sementara 80 persen lainya  seperti objek wisata pantai klayar, pantai watu karung, goa gong  dan wisata yang ada di sebelah barat aman untuk dikunjungi," jelas Hartoko.

Dengan kondisi tersebut. Disparpora hanya menyampaikan jika destinasi wisata di daerahnya aman untuk dikunjungi. Terbukti jika di daerah tersebut tidak ada laporan penderita hepatitis A.

Hanya saja dia tidak berani memberikan garansi, terlebih Dinas Kesehatan sebagai dinas teknis penanganan penyakit hepatitis belum bisa menentukan kapan status klb dihentikan dengan alasan sesuai protap kementrian kesehatan pusat. (yos)

Berita Terkait

Pencegahan KLB Hepatitis A Meluas, Dinkes Sterilkan Warung Makan di Kampus

4 Jenis Makanan ini Bisa Mencegah Hepatitis

Disparpora Nyatakan 80 Persen Destinasi Wisata Bebas Dampak Hepatitis

Cegah Hepatitis, Puluhan Pekerja Tempat Hiburan Malam Diperiksa
Berita Terpopuler
Jokowi Teken PP, Pegawai KPK Resmi Jadi ASN
Politik  5 jam

Pemkab Sidoarjo Bagi 15 Ribu Masker Gratis Untuk Penanganan Covid 19
Metropolis  6 jam

Kurikulum Darurat Sudah Terbit, Guru Tidak Perlu Bingung dalam PJJ
Pendidikan  9 jam

Menikah Kali Ke 4 di Tahanan, Napi Ini Disaksikan Tiga Mantan Istrinya
Rehat  8 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Jatim Awan

Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber