Berita Terbaru :
Orkemiban, Minuman Tinggi Anti Oksidan Berbahan Daun Kelor
Dalam Keadaan Mabuk, Sekelompok Pemuda Merusak Warung Kopi dan Aniaya Orang
Tiga Tersangka Pengedar Narkoba Diamankan Polisi
Menteri Kelautan Dan Perikanan Cabut Permen Nomer 56 Tentang Ekspor Benih Lobster
31 Kabupaten di Jawa Tmur Berpotensi Terjadi Kekeringan
Karena Diputus Pacar Terjadi Penculikan dan Penganiayaan
Maling Alat Alat Bengkel Dimassa
Tahun Ajaran Baru Akan Berlangsung Secara Virtual
Pemkab Akan Rapid Tes Seluruh Santri Gontor
Pasar Lumbung Pangan Target Menjangkau Ke 28 Kabupaten Kota di Jatim
Wakapolda Cek Perkembangan Covid 19 di Ponpes Gontor
Selama 14 Hari Terakhir Angka Kesembuhan Mencapai 2.150
JTV Mendapatkan Penghargaan dari KPID
Tukang Sopir Dealer Meninggal Secara Mendadak Di Kamar Mandi
Lagi, Ponorogo Tambah 11 Kasus Covid 19
   

Dump Truk dan Mobil Mewah Rekanan dan Tangan Kanan Bupati Mojokerto Non Aktif Disita KPK
Hukum  Jum'at, 05-07-2019 | 17:40 wib
Reporter : Aminuddin Ilham
Mojokerto pojokpitu.com, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penyitaan terhadap 10 unit dump truk dan empat mobil mewah dari sejumlah rekanan dan juga tangan kanan Bupati Mojokerto non aktif, Mustofa Kamal Pasa. 14 unit kendaraan tersebut, diduga hasil dari tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Setelah puluhan lahan tanah dan bangunan yang terbagi menjadi 27 sertifikat milik Bupati Mojokerto non aktif, Mustofa Kamal Pasa, disita, kini penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penyitaan terhadap 10 unit dump truk dan 4 mobil mewah, yang diduga hasil dari tindak pidana pencucian uang (TPPU).
 
10 dump truk dan 4 mobil mewah itu disita oleh penyidik KPK dari rumah sejumlah rekanan dan tangan kanan, Bupati Mojokerto non aktif, Mustofa Kamal Pasa. Salah satunya, dari rumah seorang mantan anggota dewan DPRD Kabupaten Mojokerto, dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang berinisial HS, warga Kecamatan Gedeg.

"Untuk proses penyelidikan, dump truk dan mobil mewah tersebut dititipkan di rumah penyimpanan benda sitaan negara (Rupbasan) Mojokerto. 10 dump truk ini biasa digunakan untuk mengangkut hasil galian untuk sejumlah proyek pengurukan jalan," tutur Tendi Kustendi, Kepala Rupbasan Mojokerto.

Sementara itu, dalam kasus TPPU ini, sebanyak 27 sertifikat, yang berupa tanah dan bangunan rumah serta 41 unit kendaraan mulai dari truk dan mobil mewah yang sudah dititipkan di rumah penyimpanan benda sitaan negara Mojokerto.(end)

Berita Terkait

Bupati Mojokerto Diperiksa Penyidik KPK

Walikota Mojokerto Diperiksa KPK Terkait Kasus TPPU

Keluarga Mantan Bupati Mojokerto Diperiksa KPK

Terus Dikembangkan, Kadis PUPR Mojokerto Ditahan KPK
Berita Terpopuler
Pemancing Tersangkut Karang, Lalu Digulung Ombak
Malang Raya  8 jam

Ini Patut Menjadi Perhatian, Biker Tewas Dilindas Truk
Peristiwa  9 jam

Pemkab Bondowoso Akan Bangun Rumah Janda Tua Makan Daun Talas
Rehat  9 jam

Strategi Tabung Haji Dan Umroh Ringankan Beban Jamaah Saat Pandemi COVID-19
Ekonomi Dan Bisnis  7 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber