Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Ekonomi Dan Bisnis 

Polda Jatim Bongkar Perdagangan Daging Impor Ilegal
Kamis, 04-07-2019 | 19:08 wib
Oleh : Ainul Khilmiah
Surabaya pojokpitu.com, Satgas Pangan Ditreskrimsus Polda Jawa Timur bekerja sama dengan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, berhasil membongkar perdagangan daging sapi dan kerbau impor yang tidak memenuhi sanitasi pangan. Lokasi usaha terpaksa disegel dan 1 orang pemiliknya ditetapkan sebagai tersangka.

Usaha perdagangan daging sapi dan kerbau di Pakisaji, Kabupaten Malang, terpaksa disegel polisi. Tim Satgas Pangan Ditreskrimsus Polda Jawa Timur bersama Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, menemukan adanya pelanggaran dalam usaha perdagangan daging tersebut. Perdagangan daging sapi dan kerbau baik impor maupun lokal ini diketahui tidak memenuhi persyaratan sanitasi pangan.

Usaha yang dikelola oleh SWR ini, sudah dijalankan sejak tahun 2014 silam dan baru terbongkar setelah dilakukan audit. Diketahui lokasi perdagangan tersebut tidak memenuhi persyaratan, di antaranya tidak memiliki dokter hewan, tidak dilengkapi dengan genset, dan konstruksi sanitasi lingkungan juga tidak memenuhi syarat.

Juliani Poliswari, Kabid Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur menyatakan, usaha impor daging, harus melalui rekomendasi Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur.

Tim Satgas Pangan telah menetapkan 1 orang tersangka, yakni SWR selaku pemilik usaha. "Dalam 6 tahun menjalankan usahanya ini, SWR telah mendistribusikan daging impor dari Australia dan daging lokal ke sejumlah pasar tradisional di Jawa Timur, pihaknya pun berhasil meraup untung mencapai Rp 1,3 milyar per tahun," papar AKBP Arman Asmara - Wadirreskrimsus Polda Jatim.

Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya 5549 kilogram daging sapi impor, 740 kilogram daging kerbau impor, 1000 kilogram kikil sapi lokal, dan 3 kepala sapi.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 135 juncto pasal 71 ayat 2 undang-undang 18 tahun 2013 tentang pangan dengan ancaman hukuman 2 tahun penjara atau denda paling banyak Rp 4 milyar.(end)

Berita Terkait


Polda Jatim Bongkar Perdagangan Daging Impor Ilegal


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber