Berita Terbaru :
Peserta UTBK SBMPTN Antri Rapid Test
Kemenpora dan PSSI Bagi Tugas Urus Piala Dunia U-20
Wacana Pasien Covid-19 Jatim Dipindah ke Pulau Galang
Jelang Idul Adha Penjualan Daging Sapi Menurun
Hibur Anak-Anak, Polisi Berikan Edukasi Anak di Tempat Wisata
Antusias Petani Menanam Tembakau di Suasana Covid-19
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Malang Kota Malang
Bus dan Kru Harus Lakukan Protokol Kesehatan Ketat
Keramaian dan Kerumunan Massa Tetap Dilarang di Bangkalan
Hama Ulat Mulai Serang Tanaman Jagung
Tahapan Relokasi Pedagang Ojokan Masih Lamban
Tugu Polisi Monumen Perjuangan Polri Karesidenan Besuki Akan Direnovasi
Kembali Dibuka, Tempat Wisata di Blitar Terapkan Protokol Kesehatan
   

Polda Jatim Bongkar Perdagangan Daging Impor Ilegal
Ekonomi Dan Bisnis  Kamis, 04-07-2019 | 19:08 wib
Reporter : Ainul Khilmiah
Surabaya pojokpitu.com, Satgas Pangan Ditreskrimsus Polda Jawa Timur bekerja sama dengan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, berhasil membongkar perdagangan daging sapi dan kerbau impor yang tidak memenuhi sanitasi pangan. Lokasi usaha terpaksa disegel dan 1 orang pemiliknya ditetapkan sebagai tersangka.

Usaha perdagangan daging sapi dan kerbau di Pakisaji, Kabupaten Malang, terpaksa disegel polisi. Tim Satgas Pangan Ditreskrimsus Polda Jawa Timur bersama Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, menemukan adanya pelanggaran dalam usaha perdagangan daging tersebut. Perdagangan daging sapi dan kerbau baik impor maupun lokal ini diketahui tidak memenuhi persyaratan sanitasi pangan.

Usaha yang dikelola oleh SWR ini, sudah dijalankan sejak tahun 2014 silam dan baru terbongkar setelah dilakukan audit. Diketahui lokasi perdagangan tersebut tidak memenuhi persyaratan, di antaranya tidak memiliki dokter hewan, tidak dilengkapi dengan genset, dan konstruksi sanitasi lingkungan juga tidak memenuhi syarat.

Juliani Poliswari, Kabid Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur menyatakan, usaha impor daging, harus melalui rekomendasi Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur.

Tim Satgas Pangan telah menetapkan 1 orang tersangka, yakni SWR selaku pemilik usaha. "Dalam 6 tahun menjalankan usahanya ini, SWR telah mendistribusikan daging impor dari Australia dan daging lokal ke sejumlah pasar tradisional di Jawa Timur, pihaknya pun berhasil meraup untung mencapai Rp 1,3 milyar per tahun," papar AKBP Arman Asmara - Wadirreskrimsus Polda Jatim.

Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya 5549 kilogram daging sapi impor, 740 kilogram daging kerbau impor, 1000 kilogram kikil sapi lokal, dan 3 kepala sapi.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 135 juncto pasal 71 ayat 2 undang-undang 18 tahun 2013 tentang pangan dengan ancaman hukuman 2 tahun penjara atau denda paling banyak Rp 4 milyar.(end)

Berita Terkait

Polda Jatim Bongkar Perdagangan Daging Impor Ilegal
Berita Terpopuler
Kembali Dibuka, Tempat Wisata di Blitar Terapkan Protokol Kesehatan
Mlaku - Mlaku  11 jam

Hama Ulat Mulai Serang Tanaman Jagung
Ekonomi Dan Bisnis  8 jam

Tugu Polisi Monumen Perjuangan Polri Karesidenan Besuki Akan Direnovasi
Tempo Doeloe  10 jam

Tahapan Relokasi Pedagang Ojokan Masih Lamban
Ekonomi Dan Bisnis  9 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber