Berita Terbaru :
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Menkes Terawan Sidak Pasar Tradisional, Temukan Pedagang yang Bandel
Ruang HCU Didesain Tanpa Toilet
Rumah Sakit Rujukan Minta Klaim BPJS Kesehatan Dipercepat
Polisi Gerebek Pengedar Temukan Sabu Dalam Kitab Suci
Sekda Surabaya Benarkan Adanya Surat Edaran Galang Dana
Sebanyak 146 Perawat Jatim Terpapar Covid 19
Duh!! Petugas Pembuat Pin Salah Input Data PPDB
Diduga Peras Kades, Ketua LSM Terjaring Operasi Tangkap Tangan Tim Saber Pungli
Gubernur Bagikan Partisi dan Masker Kepada Ojek Online
Gali Irigasi Sawah, Warga Pasuruan Temukan Tumpukan Batu Bata Kuno
Demi Kemanusian, Pasien Eks Covid 19 Donor Plasma di PMI
Cak Nur,Wakil Bupati Sidoarjo Calonkan Bupati Dari PKB
Pandemi Covid 19 Kejahatan Cyber Naik 100 Persen
   

Virus Hepatitis A Dipicu Air Sungai Tercemar Tinja
Kesehatan  Kamis, 04-07-2019 | 02:14 wib
Reporter : Agung Prawoto
Pacitan pojokpitu.com, Penyebab utama timbulnya wabah hepatitis A yang menjangkiti hampir seribu warga Pacitan masih menjadi tanda tanya. Dinas Kesehatan setempat menyebut, virus hepatitis A disebabkan air sungai yang dikonsumsi warga terpapar tinja manusia.

Virus hepatitis tipe A tersebut menyebar dengan begitu cepat, hanya dalam tempo beberapa hari. Dinas Kesehatan Pacitan menyebut virus hepatitis A disebabkan air sungai yang dikonsumsi warga, terpapar tinja yang membawa virus hepatitis tipe A. lokasi sungai tersebut berada di salah satu desa di Kecamatan Sudimoro. "Atas kejadian ini memicu tingginya pasien hepatitis A di Kecamatan Sudimoro dan Ngadirojo," kata Eko Budiono Kepala Dinas Kesehatan Pacitan
 
Air sungai yang terpapar tinja didigunakan untuk mengolah makanan. Padahal meskipun air sungai sudah dimasak, tidak mematikan virus hepatitis. Sehingga proses penyebaran virus hepatitis A begitu cepat.

Saat ini air sungai tengah dilakukan kaporitisasi, atau pemberian cairan kimia. Warga baru bisa mengkonsumsi air sungai tersebut, usai menunggu selama 2 hari setelah proses kaporitisasi. Sementara warga yang kekurangan air bersih, harus mengandalkan bantuan kiriman air bersih dari pemerintah setempat.
 
Sebelumnya wabah hepatitis A menjangkiti hampir 1000 warga Pacitan. Pemerintah setempat mengklaim virus tersebut bisa dikendalikan dan jumlah pasien mulai menunjukkan penurunan. (pul)

Berita Terkait

Pencegahan KLB Hepatitis A Meluas, Dinkes Sterilkan Warung Makan di Kampus

4 Jenis Makanan ini Bisa Mencegah Hepatitis

Disparpora Nyatakan 80 Persen Destinasi Wisata Bebas Dampak Hepatitis

Cegah Hepatitis, Puluhan Pekerja Tempat Hiburan Malam Diperiksa
Berita Terpopuler
Menanti Sanitasi Yang Layak, Begini Keluh Kesah Pasien Covid 19 Terisolasi di RS...selanjutnya
Opini  5 jam

Warga Temukan Ratusan Amunisi Aktif
Peristiwa  4 jam

Calon Mahasiswa Wajib Rapid Test Sebelum Ujian SBMPTN
Kesehatan  6 jam

Tergelincir Lempengan Jalan, Pengendara Motor Terlindas Truck Trailer
Metropolis  19 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Orangtua Protes PPDB SMP Zonasi
Pojok Pitu

Audiensi Dengan IDI, Risma Nangis dan Bersujud
Pojok Pitu

Di Palau Ini Dihasilkan Kepiting Jumbo dan Rumput Laut Berkuwalitas
Jatim Awan

Wisata Bahari Snorkling Pulau Gili Ketapang Siap Dibuka Dengan Protokol Kesehata...selanjutnya
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber