Berita Terbaru :
Penyebaran Covid-19 di Desa Wage Diredam Dengan Tracing Lingkungan
Air Bengawan Solo Berwarna Merah Kehitaman, Diduga Tercemar Dari Hulu
Pemancing Tersangkut Karang, Lalu Digulung Ombak
Ini Patut Menjadi Perhatian, Biker Tewas Dilindas Truk
Di Tengah Pandemi Covid 19, Ekspor Hasil Perikanan Ditarget Meningkat
Selama Pandemi Corona Sudah 5 Nakes Sidoarjo Meninggal Dunia
Pemkab Bondowoso Akan Bangun Rumah Janda Tua Makan Daun Talas
Gandeng Kampus, KPU Kota Blitar Bentuk Sekolah Demokrasi
Bayi Perempuan Ditemukan Tewas di Tepi Pantai Tuban
DKPP Pecat Angota KPU Surabaya Kholid Asyadulloh
Bupati Lumajang Kembali Cekcok Dengan Pengawas PT Luis
Dasar Bejat ! Kakek 68 Tahun di Blitar Cabuli Balita 4 Tahun
8 Pelaku Pemerkosa Janda Muda di Kokop Bangkalan Akhirnya Dibekuk
Interpelasi Dinilai Sangat Prematur dan Bukan Kewenangan Komisi C
Sekolah Mulai Sosialisasikan Pembelajaran Daring Untuk Siswa Baru
   

Perjelas Status Benteng Kedung Cowek, Pangdam Terima Audensi Rooderbug Soerabaia
Metropolis  Rabu, 03-07-2019 | 19:15 wib
Reporter : Yusmana Windarto
Surabaya pojokpitu.com, Para pegiat sejarah yang tergabung di Rooderbug Soerabaia akhirnya audensi dengan Pangdam V Brawijaya, Mayjend TNI Wisnoe Prasetja Boedi. Audensi yang dilaksanakan di Kodam V Brawijaya ini untuk memperjelas status Benteng Kedung Cowek di Bulak Surabaya yang layak ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Kota Surabaya.

Para pegiat sejarah yang tergabung di Rooderbug Soerabaia ini akhirnya audensi dengan Panglima Komando Daerah Militer V Brawijaya beserta dan sejumlah pejabat TNI jajarannya. Audensi yang dilaksanakan di markas Kodam V Brawijaya ini bertujuan untuk memperjelas status kepemilikan Benteng Kedung Cowek di Bulak Surabaya.
 
Para pegiat sejarah yang hadir dalam audensi dengan Pangdam V Brawijaya, Mayor Jenderal TNI Wisnoe Prasetja Boedi , diantaranya pendiri Rooderbug Soerabaia, Nanang Purwono yang juga Wakil Pimpinan Redaksi JTV dan Ady Setyawan, bersama sejumlah pegiat sejarah lainnya.
 
Diberitakan sebelumnya, status kepemilikan Benteng Kedung Cowek dinyatakan sebagai milik pihak swasta. Namun dalam audensi ini, secara fakta menyatakan bahwa Benteng Kedung Cowek yang memiliki sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia di Surabaya ini merupakan asset pengelolaan Komando Daerah Militer V Brawijaya.
 
"Dalam pembahasan itu, benteng di kaki jembatan Suramadu ini sangat layak menjadi bangunan cagar budaya sesuai Undang-Undang nomor 11 tahun 2010 tentang cagar budaya. Poin penting dari fakta Benteng Kedung Cowek ini adalah bangunan tersebut berusia lebih dari 50 tahun, dan memiliki sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama dan atau kebudayaan, serta memiliki nilai budaya bagi penguatan kepribadian bangsa," tutur Kolonel Infantri Singgih Pamboedi Arinto, Kapendam V Brawijaya.

Dengan hasil audensi terkait status kepemilikan Benteng Kedung Cowek itu, pihak Rooderbug Soerabaia akan melakukan pertemuan kembali dengan Pemerintah Kota Surabaya. Upaya ini dilakukan agar Benteng Kedung Cowek itu diharapkan menjadi bangunan cagar budaya.(end)
 

Berita Terkait

Kalangan Akademisi Ikut Lestarikan Benteng Kedung Cowek

Benteng Kedung Cowek Dibangun Selama 7 Tahun (1900 - 1907)

Benteng Kedung Cowek: Antara Belanda Dan Jepang?

Heroisme di Benteng Kedung Cowek
Berita Terpopuler
Pemkab Bondowoso Akan Bangun Rumah Janda Tua Makan Daun Talas
Rehat  2 jam

Selama Pandemi Corona Sudah 5 Nakes Sidoarjo Meninggal Dunia
Kesehatan  2 jam

Ini Patut Menjadi Perhatian, Biker Tewas Dilindas Truk
Peristiwa  2 jam

RDP Soal Program BPNT Memanas
Peristiwa  10 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber