Berita Terbaru :
New Normal: Cabor Basket dan Sepak Bola Disarankan Jangan Latihan Seperti Biasa
9 Hari, 8 Ribu Warga Dirapid Test, 1300 Orang Reaktif
Terealisasi 12 M, Pemkab Madiun Refocussing Anggaran Ratusan Milyar
Pulang Dari Surabaya, Karyawan Kedai Bakso Terkonfirmasi Positif Corona
Terseret Banjir Korban Ditemukan Nelayan di Tengah Laut Kondisi Membusuk
DPRD Bojonegoro Tetapkan 5 Raperda
Jelang New Normal, ASN Mulai Masuk Kantor
Perawat RSAL Ramelan Meninggal Akibat Positif Covid 19
Pemkab Gratiskan Rapid Test Santri yang Datang ke Ponpes
Pemkab Luncurkan Aplikasi Sibantu Guna Pantau Bantuan Covid-19
Ribuan Ikan Mati Mabuk di Waduk Sier
Enam Warga Korban Prona Lapor Polisi Nganjuk
Jumlah Pasien Covid 19 Yang Sembuh di Jawa Timur Makin Banyak
Tiga Karyawan PDAM Diduga Terpapar Covid 19
Warga Lumajang Masih Antri Pancarian Bantuan
   

Stok Beras Aman Harga Stabil di Musim Kemarau
Ekonomi Dan Bisnis  Selasa, 02-07-2019 | 21:10 wib
Reporter : Imam Mabrurin
Bojonegoro pojokpitu.com, Musim kemarau melanda sejumlah daerah belum berdampak pada stok pasokan maupun harga beras di pasar-pasar tradisional di wilayah Kabupaten Bojonegoro. Stok beras relatif masih cukup aman, dengan harga yang relatif stabil.

Kondisi tersebut terpantau di Pasar Tradisional Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro. Musim kemarau yang sudah berlangsung sejak sebulan terakhir, belum berdampak pada pasokan maupun stok beras."Stok beras yang tersedia masih cukup berlimpah, dan justru permintaan cenderung lesu, atau mengalami penurunan," kata Sholikin  pedagang beras. 
 
Selain itu, harga beras juga terpantau masih cukup stabil. Baik beras dengan kualitas medium, maupun beras kualitas premium. Saat ini, aneka jenis beras dengan kualitas medium terendah, masih berada di kisaran Rp 8 ribu perkilogram. Sedangkan beras medium nomor satu, Rp 8.500 perkilogram.

Sementara untuk beras dengan kualitas premium terendah berada dikisaran Rp 9 ribu perkilogram, premium sedang 10 ribu perkilogram. Sedangkan premium super masih stabil dikisaran harga Rp 11 ribu perkilogramnya. Harga ini, berlaku untuk semua jenis beras, seperti IR 64, mentik, begawan, gehirang, maupun impari.

"Sampai saat ini, stok maupun harga beras masih cukup normal. Belum ada tanda kenaikan harga, meski sudah masuk musim kemarau," kata Sholikin.

Sementara untuk permintaan, justru cenderung turun. Hanya mencapai rata-rata 2 kwintal per hari, atau turun sekitar 40 persen dibanding saat normal, yang mencapai rata-rata 2,5 kwintal tiap harinya.

Menurut Sholikin, lesunya permintaan beras disebabkan masih banyak warga memiliki stok gabah, simpanan hasil panen rendeng di musim tanam sebelumnya.

Para pedagang memperkirakan harga beras stabil  ini akan bertahan hingga satu sampai dua pekan ke depan. Pergerakan harga, diprediksi baru akan terjadi saat mendekati hari raya idul adha mendatang. Hal ini, sebagaimana yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. (pul)

Berita Terkait

Warga Nganjuk Kembalikan Beras Bantuan Covid Tak Layak Konsumsi

Bulog Pastikan Stok Beras Aman Hingga Lebaran

Jamin Stok Pangan, DPRD Jatim Sidak Gudang Bulog Madiun

Gor Wirabakti Lumajang Disulap Gudang Beras
Berita Terpopuler
Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Peristiwa  15 jam

Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
Pilkada  16 jam

Polwan Polres Lamongan Sosialisasikan New Normal di Beberapa Warkop
Peristiwa  15 jam

Pemuda Ini Setubuhi 8 Anak Dibawah Umur, 1 Korban Dipaksa Aborsi
Peristiwa  14 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber