Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Dinkes Warning Bahaya Asap Polutan Dari Asap Pembakaran Sampah Impor
Selasa, 02-07-2019 | 17:02 wib
Oleh : Mujianto Primadi
Sidoarjo pojokpitu.com, Dinas Kesehatan warning bahaya asap polutan yang ditimbulkan dari sisa pembakaran industri tahu di Krian dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh manusia. Penyakit yang dikhawatirkan muncul adalah gangguan pernafasan, paru paru sampai dengan infeksi saluran pernafasan atas (ISPA).

Hal ini disampaikan langsung oleh Dokter Syariff Satriwarman Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Setelah menerjunkan satgas kesehatan ke industri tahu di Krian sidoarjo .
 
Dari sisi produk olahan berbahan baku kedelai ini, pihak Dinas Kesehatan belum berani layak atau tidak layak dikonsumsi, harus diuji labratorium dulu hasil industri tahu ini ke BPPOM untuk dicek, sejauh mana makanan ini aman dikonsumsi oleh masyarakat umum .
 
Sedangkan untuk asap pembakaran, polutan dari sampah impor yang dominan adalah residu plastik tak terpakai dapat membahayakan kekebalan tubuh manusia dan juga lingkungan sekitar.
 
"Berbagai macam penyakit bisa muncul akibat pembakaran polutan ini diantaranya gangguan pernafasan , infeksi paru paru, sampai dengan infeksi saluran pernafasan atas (ISPA)," kata Dr.Syaf Satriawarman, Kadinkes Sidoarjo .
 
Saat ini Dinas Kesehatan akan berkoordinasi dengan dinas yangg terkait untuk mencari solusi terbaik sebagai pengganti sampah impor sebagai bahan bakar pemanas tungku industri tahu di Krian dan mengajukan alternatif pembakaran dengan bagan bakar gas alam.(end)

Berita Terkait


Dinkes Warning Bahaya Asap Polutan Dari Asap Pembakaran Sampah Impor

Gunakan Sampah Import Sebagai Bahan Bakar, Pengrajin Tahu Sidoarjo Dinilai Membahayakan Lingkungan


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber