Berita Terbaru :
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Menkes Terawan Sidak Pasar Tradisional, Temukan Pedagang yang Bandel
Ruang HCU Didesain Tanpa Toilet
Rumah Sakit Rujukan Minta Klaim BPJS Kesehatan Dipercepat
Polisi Gerebek Pengedar Temukan Sabu Dalam Kitab Suci
Sekda Surabaya Benarkan Adanya Surat Edaran Galang Dana
Sebanyak 146 Perawat Jatim Terpapar Covid 19
Duh!! Petugas Pembuat Pin Salah Input Data PPDB
Diduga Peras Kades, Ketua LSM Terjaring Operasi Tangkap Tangan Tim Saber Pungli
Gubernur Bagikan Partisi dan Masker Kepada Ojek Online
Gali Irigasi Sawah, Warga Pasuruan Temukan Tumpukan Batu Bata Kuno
Demi Kemanusian, Pasien Eks Covid 19 Donor Plasma di PMI
Cak Nur,Wakil Bupati Sidoarjo Calonkan Bupati Dari PKB
Pandemi Covid 19 Kejahatan Cyber Naik 100 Persen
   

Gunakan Sampah Import Sebagai Bahan Bakar, Pengrajin Tahu Sidoarjo Dinilai Membahayakan Lingkungan
Metropolis  Senin, 01-07-2019 | 19:02 wib
Reporter : Mujianto Primadi
Sidoarjo pojokpitu.com, Pengrajin tahu di Desa Tropodo Sidoarjo menggunakan cara berbeda untuk hemat ongkos produksi. Para pengrajin tahu di daerah tersebut mengggunakan sampah kertas import untuk proses pembakaran pembuatan tahu. Pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Sidoarjo menilai polusi dari pembakaran plastik membahayakan lingkungan. Untuk itu, pihaknya akan memanggil para pengrajin tahu setempat untuk dilakukan audiensi.

Di Kabupaten Sidoarjo, tepatnya di Tropodo Kecamatan Krian, dalam proses pembuatan tahu, para pengrajinnya tak menggunakan kayu sebagai bahan bakar, namun menggunakan sampah import sebagai bahan bakarnya.
 
Kondisi ini dari informasi warga masyarakat, beralihnya bahan bakar para pengrajin tahu dari kayu menjadi sampah import dikarenakan ongkos biaya yang relatif lebih murah. Bila para pengrajin masih menggunakan kayu sebagai bahan bakar, ongkos yang dikeluarkan mengeluarkan biaya hingga Rp 600 ribu. Namun apabila memggunakan sampah import sebagai bahan pembakaran, biaya bisa ditekan hingga Rp 300 ribu.
 
Menanggapi atas kondisi lingkungan yang ditimbulkan dari polusi pembakaran sampah import yang mengandung plastik didalamnya ini, Sigit Setyawan, Kadis DLHK Sidoarjo menilai hal ini membahayakan bagi lingkungan.
 
Pihak DLHK berencana akan memanggil asosiasi pengusaha tahu di Krian, untuk mencari solusi langkah apa yang harus dilakukan agar ekonomi masyarakat tetap berjalan, namun tetap tidak membahayakan lingkungan sekitar.
 
Diharapkan akan ada solusi media media bahan bakar selain sampah import yang nantinya bisa digunakan bagi para pengrajin tahu di Tropodo Krian Sidoarjo ini.(end)



Berita Terkait

Gunakan Sampah Import Sebagai Bahan Bakar, Pengrajin Tahu Sidoarjo Dinilai Membahayakan Lingkungan
Berita Terpopuler
Menanti Sanitasi Yang Layak, Begini Keluh Kesah Pasien Covid 19 Terisolasi di RS...selanjutnya
Opini  4 jam

Warga Temukan Ratusan Amunisi Aktif
Peristiwa  3 jam

Tergelincir Lempengan Jalan, Pengendara Motor Terlindas Truck Trailer
Metropolis  18 jam

Stok Menipis, Harga Ayam Potong Terus Melambung
Ekonomi Dan Bisnis  18 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Orangtua Protes PPDB SMP Zonasi
Pojok Pitu

Audiensi Dengan IDI, Risma Nangis dan Bersujud
Pojok Pitu

Di Palau Ini Dihasilkan Kepiting Jumbo dan Rumput Laut Berkuwalitas
Jatim Awan

Wisata Bahari Snorkling Pulau Gili Ketapang Siap Dibuka Dengan Protokol Kesehata...selanjutnya
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber