Berita Terbaru :
Pemuda Bondowoso Sosialisasi New Normal Pakai Gerobak Sampah
Saat Air Laut Surut, Warga Berburu Kerang di Karang
Selama 5 Hari Ini 100 Perawat Jatim Terpapar Covid 19
Dibukanya Pondok Persantren Tergantung Orang Tua Santri
35 Peserta UTBK Unair Reaktif Covid 19
94 Dokter Di Jatim Terpapar Covid-19
Di PHK Secara Sepihak, Ratusan Buruh Pabrik Rambut Demo ke Pendopo Kabupaten Sidoarjo
137 Calon Peserta UTBK SBMPTN Jalani Rapid Test di Puskesmas Sidoarjo, 2 Orang Reaktif
Inginkan Sinergi Surabaya-Madura, Bupati Bangkalan Dukung Machfud Arifin Jadi Walikota
Masih Pandemi, HUT RI Dibuat Sederhana Tapi Meriah
Enam Bulan Tidak Bisa Jualan, PKL GOR Datangi Pendopo Kabupaten Sidoarjo
RS Umum Daerah Lamongan Gratiskan Rapid Tes Bagi Calon Mahasiswa Tidak Mampu
Salah Seorang Pasien Covid-19 di Sumenep Kabur Dari Rumah Sakit
Bareng Pilkada, Pelaksanaan Pilkades Serentak di Ngawi Mundur
Tanam Ganja di Atas Plafon, Jarot Dibekuk Satresnarkoba Polres Malang
   

Rebutan Tumpeng Dumbek Warnai Ritual Sedekah Bumi
Pantura  Kamis, 27-06-2019 | 21:15 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Rebutan tumpeng dumbek mewarnai ritual sedekah bumi di area sumber air brubulan Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Puluhan emak-emak terlibat desak-desakan dengan para pria dan anak-anak demi mendapat dumbek untuk dimakan bersama keluarga. Tradisi tahunan itu digelar sebagai wujud syukur warga atas limpahan air.

Ritual sedekah bumi warga Desa Kesamben, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban. Diawali dengan arak-arakan tumpeng raksasa setinggi 3 meter berisi ribuan jajanan tradisional dumbek, serta berbagai macam hasil bumi ini diarak keliling kampung.

Ratusan warga mulai wanita, anak-anak, hingga pria dewasa, nampak antusias mengikuti arak-arakan tumpeng. Mereka berjalan beriringan keliling kampung, hingga menuju sumber air brubulan di kawasan perbukitan kapur.

Sedekah bumi diisi dengan pembacaan sholawat nabi dan doa bersama, yang dipimpin seorang ulama. Namun, belum selesai doa dipanjatkan, warga takut tidak kebagian terus berusaha merangsek mendekati tumpeng raksasa.

Mereka langsung memperebutkan isi tumpeng, puluhan emak-emak terlibat desak-desakan dengan para pria dan anak-anak, tak sampai sepuluh menit, seluruh isi tumpeng ludes. Meski harus berebut, warga mengaku senang bisa pulang membawa dumbek untuk diamkan bersama keluarga.

Lumaji, juru kunci sumber air brubulan, menjelaskan, sedekah bumi ini merupakan tradisi tahunan, yang digelar warga desa kesamben sebagai wujud rasa syukur atas limpahan air dari sumber brubulan.

"Sementara tumpeng berisi dumbek bertujuan untuk mengenalkan jajanan tardisional ini kepada masyarakat lebih luas," kata Lumaji.

Dumbek merupakan jajanan tradisional khas Kabupaten Tuban, yang pusat produksinya berada di Desa Kesamben. Dumbek terbuat dari campuran tepung beras, santan kelapa, dan gula merah, yang dipanaskan.

Sementara bungkusnya dibuat dari daun siwalan yang digulung menyerupai terompet. (yos)





Berita Terkait

Musim Tanam Warga Gelar Tradisi Clorot Tangkal Petir

Sambut Tahun Baru, Warga Desa Gelar Tradisi Ojung

Keboan Aliyan, Tradisi Agraris Desa di Banyuwangi Agar Panen Berlimpah

Tradisi Ojung Ritual Minta Hujan
Berita Terpopuler
Seorang PNS Gresik Terjebak di Dalam Lift Hampir Setengah Jam
Metropolis  8 jam

Lagi, Dokter PPDS FK Unair Meninggal Akibat Covid 19
Metropolis  13 jam

Warga Jember Berebut Daging Hiu Tutul Yang Mati Terdampar
Peristiwa  10 jam

Petugas Gabungan Patroli Skala Besar, Segini Hasilnya
Peristiwa  12 jam



Cuplikan Berita
Puluhan Peserta UTBK Rapid Test di Lokasi Ujian
Pojok Pitu

Gempar, Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
Pojok Pitu

Diduga Bawa BBM, Sebuah Mobil Terbakar di Dekat SPBU Keting
Jatim Awan

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber