Berita Terbaru :
Pasien Positif Corona di Pacitan Bertambah Saat Persiapan Skema New Normal
Dinsos Perketat Seleksi Penerima Bantuan di Masa Pandemi
Usai Kegitan Pelantikan Pengawas Dindik Provinsi Jatim, 4 Kepsek di Pacitan Akan Jalani Swab
Masyarakat Buka Dapur Umum Bagi Keluarga Pasien Terkonfrim Positif Covid 19
Ada 1646 Calon Jamaah Haji Asal Lamongan Gagal Berangkat
Aniaya Sopir, Petugas Amankan Belasan Anak Punk
Pengusaha Kulit Ditemukan Tewas Membusuk di Lingkungan Industri Kecil
Tak Pakai Masker, Sejumlah Pemuda Dihukum Hafalkan Pancasila
Kasus Positif Covid Tembus 62, 4 Sembuh
Sebanyak 12 Warga Desa Giripurno Positif Covid-19
Komplotan Begal Belasan TKP Ditangkap, Rata-Rata Pelaku Masih di Bawah Umur
Kasus Positif Covid di Jatim, Sebanyak 1,75 Persen Pasien Balita
Ada Satu Peserta Pelantikan Kepala Sekolah dan Petugas Pengawas Meninggal Dari Mojokerto
Pemerintah Putuskan Ibadah Haji Tahun Ini Batal
Pemerintah Belum Buka Fasilitas Belajar Mengajar Juli Ini
   

Terdakwa Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Divonis Tujuh Tahun Penjara
Tapal Kuda Dan Madura  Kamis, 27-06-2019 | 17:00 wib
Reporter : Achmad Arif
Lumajang pojokpitu.com, Sidang dugaan terdakwa rekeyasa kasus narkoba di Lumajang berakhir klimak, setelah majelis hakim memvonis terdakwa Catur Rakit Basuki, 7 tahun penjara dengan denda Rp 1 miliar. Vonis ini lebih rendah satu tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) 8 tahun penjara.

Terdakwa rekaya kasus narkoba, Catur Rakit Basuki,  memberikan penghormatan kepada kedua orang tuanya. Terdakwa mencium kaki dan memeluk ibunya, di ruang Persidangan Pengadilan Negeri Lumajang.

Baru setelah itu, persidangan yang dipimpin ketua majelis hakim Aris Dwi Hartoyo ini digelar. Dalam persidangan kali ini, mejelis hakim mengagendakan pembacaan putusan kasus narkoba yang menjerat terdakwa.

Hadir dalam sidang putusan ini, jaksa penuntut umum, Widya Paramita dan kuasa hukum terdakwa, Rustam.

Majelis hakim dalam amar putusannya, memvonis terdakwa bersalah dalam kasus narkoba ini. Terdakwa terbukti secara sah memiliki dua poket sabu.

Berdasarkan bukti-bukti persidangan ini, majelis hakim menjatuhkan vonis 7 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar pada terdakwa. jika denda tak dibayar, terdakwa harus membayar kurungan dua bulan penjara.

Atas vonis majelis hakim ini, kuasa hukum terdakwa akan mengajukan banding. Karena vonis ini jauh dari rasa keadilan.
Pihak keluarga, emy Maryati, juga tak puas tas vonis hakim tersebut. karena merasa kurang adil. Apalagi, kasus yang menjerat terdakwa murni direkayasa polisi.

"Terdakwa dijebak mebawa barang milik Rian, saat dalam perjalan terdakwa ditangkap. Padahal pada saat itu, Rian ada dan berada dekat sat terdakwa ditangkap, kita  akan melaporkan oknom polisi tersebut," jelas Emy Maryati.
 
Sementara itu, jaksa penuntut umum masih akan berkonsultasi dengan pimpinannya. Pasalnya, putusan hakim ini hanya selisih satu tahun dari tuntutannya. (yos)




Berita Terkait

Bacok Pesilat Pagar Nusa, Oknum PSHT Divonis 5 Bulan 15 Hari

Cabuli Bocah, Pemilik Taman Bacaan Divonis 5 Tahun

Hakim PN Surabaya Vonis Bebas 3 Terdakwa Amblesnya Jalan Gubeng

Hakim Jatuhkan Vonis 15 Tahun Untuk Pembunuhan Cafe Penjara
Berita Terpopuler
Membusuk Bunuh Diri, Diduga Akibat Depresi Gejala Covid-19
Peristiwa  5 jam

Pengusaha Kulit Ditemukan Tewas Membusuk di Lingkungan Industri Kecil
Peristiwa  1 jam

Kasus Positif Covid Tembus 62, 4 Sembuh
Covid-19  2 jam

Kapolres Malang Siapkan 1.295 Personil Untuk New Nomral Life
Malang Raya  16 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber