Berita Terbaru :
Pemkab Luncurkan Aplikasi Sibantu Guna Pantau Bantuan Covid-19
Ribuan Ikan Mati Mabuk di Waduk Sier
Enam Warga Korban Prona Lapor Polisi Nganjuk
Jumlah Pasien Covid 19 Yang Sembuh di Jawa Timur Makin Banyak
Tiga Karyawan PDAM Diduga Terpapar Covid 19
Warga Lumajang Masih Antri Pancarian Bantuan
Pengunjung Dibuat Tidak Saling Berpapasan di Dalam Mall
Jawa Timur Terjunkan Tim Covid 19 Hunter ke Sejumlah Daerah
Begini kata Kejaksaan Ponorogo Terkait Dugaan Korupsi PDAM
Lahir di Masa Pandemi Kelahiran Bayi Singa Putih Membawa Warna Tersendiri
Pandemi Covid-19, Penghobi Aquascape Bojonegoro Meningkat
6 Ribu Lebih Alat Rapid Test Sudah Digunakan Tracing
Mulai Minggu Depan Pelayanan Uji Kir Kembali Dibuka
Pemuda Ini Setubuhi 8 Anak Dibawah Umur, 1 Korban Dipaksa Aborsi
Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
   

Dampak Kekeringan Tanaman Cabe Mengering Kurangan Air
Ekonomi Dan Bisnis  Kamis, 27-06-2019 | 01:02 wib
Reporter : Syaiful Anwar
Sumenep pojokpitu.com, Akibat kekurangan air di musim kemarau, tanaman cabai milik petani di Kabupaten Sumenep mulai mengering. Bahkan, sebagian tanaman ada yang mati.

Padahal harga cabai di tingkat petani saat ini mulai merangkak naik. Seharga Rp 10 ribu perkilogram dari harga sebelumnya hanya Rp 5 ribu perkilogram. Namun kenaikan itu tidak bisa dinikmati oleh petani cabai, lantaran tanaman mereka mulai mengering dan mati.
 
Seperti yang dialami petani cabai di Desa Bumbungan Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep. Sejumlah tanaman cabai mulai mengering, bahkan sebagian ada yang mati, karena sudah tidak ada air. Sebelumnya pada musim penghujan, para petani mengandalkan air hujan untuk mengairi tanaman cabai mereka.

Menurut Sofwan petani cabai, hanya bisa pasrah sambil mengais sisa-sisa buah cabai yang masih bisa dipanen. Sementara batang pohon dan daun cabai perlahan-lahan layu, kering dan mati. Buah cabai tidak sempurna banyak yang berjatuhan karena membusuk.

Petani berharap, ada upaya pemerintah untuk melakukan pengeboran maupun membuat penampungan air untuk pengairan lahan pertanian. Sehingga petani tetap bisa berproduksi mengolah lahan pertanian, baik tanaman cabai maupun tanaman pertanian lainnya. (pul)

Berita Terkait

Ayo Dukung Kementan Mengantisipasi Jatuhnya Harga Cabai di Tengah Pandemi

Harga Cabai Anjlok Drastis, Petani di Tuban Merugi

Harga Cabai Turun Drastis, Petani Banyak Merugi

Harga Cabe Naik, Pedagang Makanan Ikut Mengeluh
Berita Terpopuler
Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Peristiwa  12 jam

Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
Pilkada  14 jam

Polwan Polres Lamongan Sosialisasikan New Normal di Beberapa Warkop
Peristiwa  13 jam

Pemuda Ini Setubuhi 8 Anak Dibawah Umur, 1 Korban Dipaksa Aborsi
Peristiwa  11 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber