Berita Terbaru :
Begini Metode Kampanye Yang Akan Diterapkan Dalam Pilkada Serentak
Dinilai Tak Koordinasi, Rapid Test di Lingkungan Masjid Dibubarkan
Bantuan Sosial Tunai Kemensos Tahap Kedua Mulai Dicairkan Hari Ini
Kecelakaan Kerja Tewaskan 3 Orang, Satu Karyawan PT Enero Ditetapkan Tersangka
Hasil Tes Swab Wakil Walikota Surabaya Dipastikan Negatif
Tujuh Hari Dirawat, Tambahan Klaster Jamaah Masjid Meninggal Dunia
Ribuan Paket Sembako Dan APD Disalurkan Ke Ribuan Warga Terdampak Covid-19 di Jatim
Diduga Sumbu Terlalu Pendek, Perangkat Desa Terkapar Terkena Ledakan Petasan
Pemkot Surabaya Pastikan 1 Karyawan PDAM Surabaya Meninggal Terpapar covid 19
Jenazah Korban Ditemukan Dibawah Tumpukan Jerami Kandang Sapi
Terapi Plasma Konvaselen Diklaim Mampu Sembuhkan Pasien Positif Covid 19
New Normal: Cabor Basket dan Sepak Bola Disarankan Jangan Latihan Seperti Biasa
9 Hari, 8 Ribu Warga Dirapid Test, 1300 Orang Reaktif
Terealisasi 12 M, Pemkab Madiun Refocussing Anggaran Ratusan Milyar
Pulang Dari Surabaya, Karyawan Kedai Bakso Terkonfirmasi Positif Corona
   

Puluhan Hektar Tanaman Jeruk Pamelo Mati Kekeringan
Ekonomi Dan Bisnis  Rabu, 26-06-2019 | 20:11 wib
Reporter : M.Ramzi
Tidak hanya tanaman padi yang mati akibat kekurangan air, tanaman jeruk pamelo di Kabupaten Magetan, juga mengalami nasib yang sama. Foto M.Ramzi
Magetan pojokpitu.com, Puluhan hektar tanaman jeruk pamelo di Kabupaten Magetan mati, akibat kekurangan air pada musim kemarau ini. Petani mengalami rugian puluhan juta rupiah.

Puluhan hektar tanaman jeruk pamelo di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Sukomoro Dan Kecamatan Bendo Magetan, mati kekeringan, di musim kemarau. Salah satunya di Desa Pojoksari Kecamatan Sukomoro. Di desa ini, tanaman jeruk pamelo yang baru berusia 3 tahun mati kekeringan akibat kekurangan air.

Dampak kekeruangan air, membuat daun-daun jeruk khas Magetan tersebut menjadi kering dan rontok. Tidak berapa lama kemudian tanaman menjadi mati. Sebagian besar petani terpaksa menebang batang tanaman jeruk, yang akan digunakan sebagai kayu bakar .

Menurut Suminong petani jeruk pamelo, kondisi ini menyebabkan kerugian besar bagi petani. Karena yang mati merupakan tanaman jeruk pada masa produktif.

Perangkat Desa Pojoksari, Purwito, mengaku, pemerintah sudah memberi bantuan bibit jeruk, akan tetapi jumlahnya tidak sesuai dengan volumen tanaman jeruk yang mati.

Selain pendampingan, pihak desa berharap ada bangunan sumur pompa yang bisa menjadi solusi bagi petani jeruk pamelo pada saat musim kemarau. (pul)

Berita Terkait

Puluhan Hektar Tanaman Jeruk Pamelo Mati Kekeringan

Inilah Waktu Terbaik untuk Makan Buah

Produksi Jeruk Petani di Pamekasan Menurun 30 Persen
Berita Terpopuler
Perawat RSAL Ramelan Meninggal Akibat Positif Covid 19
Covid-19  6 jam

Jenazah Korban Ditemukan Dibawah Tumpukan Jerami Kandang Sapi
Peristiwa  4 jam

Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Peristiwa  18 jam

Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
Pilkada  20 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber