Berita Terbaru :
PSSI Pastikan Persiapan Timnas U-16 dan U-19 Jalan Terus
Bertahan Hidup di Tengah Pandemi Covid-19, Detailer Farmasi Menjual Kopi Keliling Dengan Sepeda Angin
Jatim Beri Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19 Masuk SMA/SMK Negeri
Ford Sematkan Fitur Ini di Mobil Polisi untuk Membunuh Virus Corona
Microsoft Mulai Gantikan Tugas Jurnalis dengan Robot
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
5 Jam Pencarian, Pemuda Penjaring Ikan Tenggelam Ditemukan Meninggal Dunia
   

Nelayan di Probolinggo Deklarasi Damai Untuk Indonesia
Tapal Kuda Dan Madura  Rabu, 26-06-2019 | 04:05 wib
Reporter : Farid Fahlevi
Probolinggo pojokpitu.com, Sengketa hasil pemilu Presiden-Wakil Presiden, yang berkepanjangan, membuat nelayan di Kota Probolinggo Jawa Timur gerah. Mereka pun menggelar deklarasi damai, menyeru agar kedua belah pihak lapang dada dengan putuan Mahkamah Konstitusi (MK). Selain itu, para nelayan menolak mobilisasi massa ke gedung MK.

Kegerahan terhadap sengketa hasil Pilpres yang berkepanjangan, ditunjukkan oleh puluhan nelayan di Kota Probolinggo Jawa Timur, dengan menggelar deklarasi damai di dermaga pelabuhan tanjung tembaga.

Mereka meminta kedua kubu, baik pasangan calon 01 ataupun 02, menghentikan pertikaian hasil pilpres dan menerima hasil putusan MK, yang akan dilakukan tanggal 27-28 Juni 2019.

Menurut nelayan, pertikaian tanpa henti hanya akan merugikan rakyat, terutama nelayan. Sebab dapat memicu pertikaian antar pendukung serta berakibat pada lesunya jual beli ikan, karena importir tak melirik ikan hasil tangkapan.

Selain menyeru kedua kubu menerima hasil putusan MK, para nelayan juga memastikan jika mereka tidak akan terpengaruh oleh ajakan oknum-oknum tertentu yang mengajak ke gedung MK, untuk menyikapi putusan MK.

Zainul Fatoni, Ketua Paguyuban Nelayan Kota Probolinggo, mengatakan, bagi nelayan, menyiasati dapur agar tetap mengepul ditengah cuaca laut yang kurang bersahabat lebih penting. "Sebab sejak beberapa hari terakhir, cuaca kaut sedang buruk sehingga banyak nelayan tak bisa melaut," kata Zainal Fatoni.

Di Kota Probolinggo, terdapat sedikitnya 1.500 nelayan dari sekitar 100 kapal. Jelang putusan MK soal sengketa pilpres, mereka memilih menonton sidang putusan di televisi, daripada berbondong-bondong ke gedung MK.

Usai deklarasi damai, para nelayan membubarkan diri. Sebagian dari mereka melakukan aktivitas sehari-yani yakni melaut, sebagiannya memperbaiki kapal yang rusak. (yos)

Berita Terkait

Nelayan di Probolinggo Deklarasi Damai Untuk Indonesia

Pasca Pungut Hitung, Polisi Kumpulkan Ketua Parpol dan Tokoh Deklarasi Damai

Jelang Natal dan Tahun Baru, Polisi Bersama FKUB Gelar Deklarasi Damai

Deklarasi Pilbup Damai, Butuh Komitmen Dan Profesionalisme
Berita Terpopuler
5 Jam Pencarian, Pemuda Penjaring Ikan Tenggelam Ditemukan Meninggal Dunia
Peristiwa  8 jam

Microsoft Mulai Gantikan Tugas Jurnalis dengan Robot
Teknologi  5 jam

Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Metropolis  6 jam

Bertahan Hidup di Tengah Pandemi Covid-19, Detailer Farmasi Menjual Kopi Kelilin...selanjutnya
Life Style  1 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber