Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Dampak Musim Kemarau, PJT 1 Brantas Antisipasi Menurunnya Debit Air
Selasa, 25-06-2019 | 05:10 wib
Oleh : Rohim Alfarizi
Malang pojokpitu.com, Menurut prediksi BMKG fenomena el nino lemah akan berlangsung hingga November 2019, hal ini berdampak pada distribusi curah hujan bulanan di Jawa Timur, yang mengakibatkan air waduk mengalami penurunan. Untuk itu, Perum Jasa Tirta akan mengambil langkah antisipasi menurunya debit air.

Perum Jasa Tirta I (PJT I) sebagai BUMN pengelola sumber daya air, memiliki peranan dalam mengelola ketersediaan air permukaan , melalui pengendalian serta pengaturan waduk-waduk yang dikelola oleh perusahaan.

Tampungan air yang telah disimpan sepanjang musim hujan, didistribusikan secara merata  hingga hilir aliran di sepanjang musim kemarau.  Ada 8 bendungan besar yang dikelola oleh pjt i, 7 bendungan di wilayah sungai brantas dan 1 bendungan di wilayah sungai bengawan solo.

Kedelapan bendungan tersebut diantaranya bendungan sengguruh, bendungan sutami, bendungan lahor, bendungan wlingi, dan bendungan selorejo.

Awal musim  kemarau ini, kebutuhan air akan menurtn. Guna memenuhi kebutuhan air selama 5 bulan kedepan hingga oktober  2019, ketersediaan air 354 juta m3, tampungan air di WS brantas dan 348 juta m3 di WS bengawan solo.

Beberapa waduk Perum Jasa Tirta I diakhir musim hujan berada di bawah elevasi muka air tinggi atau high water level (hwl), elevasi sutami per 1 juni tercapai 272,34 m (shvp) atau 0,16 m dibawah hwl, sedangkan wonogiri di awal mei hanya tercapai 135,51 m (shvp) atau 0,49 m di bawah hwl.

Direktur Utama PJT I, Raymond Valiant Ruritan, menghadapi musim kemarau ini, sebenarnya pemakaian air baku tetap karena musim kemarau uapannya lebih tinggi, seperti pdam Mojokerto, Sidoarjo dan Surabaya.

"Elevasi air pada prinsipnya aman, saat ini untuk memperkirakan cuaca sangat sulit, akibat dampak pemanasan global. Sementara, ketersediaan air  dikota malang  85 persen berasal dari sumber," kata Raymon Valian Ruritan.
 
Dari hasil pemantauan yang dilakukan oleh PJT I diketahui bahwa kondisi elevasi. Untuk mengendalikan kondisi ini, pihknya melakukan pengaturan debit outflow di setiap waduk dengan tetap memperhatikan pemenuhan kebutuhan air di masing- masing sektor pemanfaat yang telah diperhitungkan dalam pola operasi waduk tahunan (powt)  dan alokasi air (powtaa). (yos)

Berita Terkait


Air Embung Mengering 10 Hektar Sawah Tak Tergarap

Pemkab Gresik Akan Maksimalkan Embung Untuk Pengairan Lahan Pertanian

Dampak Musim Kemarau, PJT 1 Brantas Antisipasi Menurunnya Debit Air

Berkah Kemarau Bagi Petani Melon


Begini Cara Agar Tagihan Listrik Tidak Membengkak di Musim Kemarau

Musim Kemarau, Produksi Perajin Batu Bata Meningkat Drastis

Musim Kemarau, Harga Cabai Rawit Meroket

Stok Beras Aman Harga Stabil di Musim Kemarau

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber