Berita Terbaru :
Ratusan Pekerja Seni dan Pemilik Usaha Sound Sistem di Banyuwangi Gelar Aksi di Depan Kantor Gugus Tugas Covid-19
Bawaslu Jatim Banyak Menemukan Petugas PPDP Tidak Mematuhi Prosedur Coklit
Dimasa Pandemi, Seniman Pilih Buka Angkringan
Pemkot Surabaya Klarifikasi Pernyataan Risma Surabaya Hijau
Satu PDP Meninggal Dunia, Keluarga Tolak Pemulasaraan Protokol Kesehatan
Empat Rumah di Royal Kencana Disatroni Maling
Ulama Jember Doa Bersama Untuk Korban Bom Beirut
Seluruh Pegawai Puskesmas Maospati Jalani Tes Swab
Komisi A Minta Peran Aktif Guru di Wilayah Minim Akses Internet
Ipong Kantongi 4 Kandidat Pendampingnya di Pilkada 2020
Baru Keluar Penjara, Pencuri Modus Cari Kos Kembali Berulah
Rumah Roboh Timpa Penghuni, Seluruh Perabotan Tak Terselamatkan
Terobos Lampu Merah, 2 Pelajar Terkapar Terlibat Kecelakaan
Kasus Kematian Covid-19 Lampaui Persentase Global
Butuh 30 Hari MA Putuskan Bupati Jember
   

Warga Basmi Ulat Bulu Dengan Insektisida
Tapal Kuda Dan Madura  Senin, 24-06-2019 | 16:13 wib
Reporter : Abdul Majid
Pasuruan pojokpitu.com, Empat desa di 2 kecamatan yang diserang ulat bulu di Pasuruan, langsung direspon dinas pertanian setempat, warga dibantu petugas melakukan penyemprotan dengan cara dibasmi dengan obat insektisida, alhasil ulat bulu langsung mati. Meski begitu, ribuan ulat bulu yang berada diatas pohon masih belum terjangkau karena keterbatasan alat.

Warga dan petugas dinas pertanian langsung melakukan penyemprotan ke sejumlah titik ulat bulu di Desa Capang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, menggunakan obat insektisida.

Obat dari Dinas Pertanian setempat dicampur dengan air lalu dimasukkan ke galon, selanjutnya disemprotkan ke pohon yang dipenuhi ulat bulu diikat dengan kain bekas untuk menutup pergerakan ulat bulu.

Begitu disemprot ribuan ulat bulu langsung berjatuhan. Namun, banyaknya ulat bulu yang berkembang petigas harus melakukan penyemprotan terus menerus ke sejumlah titik yang menjadi sarang ulat.

Petugas PPL Purwodadi, Misbahul Khoir, mengatakan, untuk jenis ulat bulu yang menyerang di empat desa ini jenisnya lymantria marginalis, hewan ini tidak gatal walaupun berbulu, hanya menggigit, pertumbuhannya sangat cepat menyerang daun pohon kenanga yang banyak tumbuh didaerah ini. Hingga pohonnya kering mati dan langsung turun ke pemukiman warga.

Disamping itu juga disebabkan oleh perubahan cuaca dan ekosistem yang ekstrem ditambah makanan ulat bulu didaerah setempat cukup banyak, hingga pertumbuhannya cepat berkembang. (yos)

Berita Terkait

Penyebab Berkembangbiaknya Ulat Bulu Tidak Seimbangnya Ekosistem Karena Perburuan Liar

Ulat Bulu Masuk Kelas, Aktifitas Belajr Mengajar Terganggu

Warga Basmi Ulat Bulu Dengan Insektisida

Ulat Bulu Serang 3 Desa di Pasuruan
Berita Terpopuler
Terobos Lampu Merah, 2 Pelajar Terkapar Terlibat Kecelakaan
Peristiwa  4 jam

Tim Satgas Awasi 6 Orang Positif Covid 19 di Rumah Makan Rawon Nguling
Covid-19  6 jam

Dump Truk Bermutan Pasir Terlibat Kecelakaan, Sopir Terjepit
Peristiwa  7 jam

Karena Takut Covid 19, Seorang Ibu Melahirkan Bayinya di Kamar Mandi
Malang Raya  5 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Jatim Awan

Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber