Berita Terbaru :
Manajemen Terus Melakukan Tracing Karyawan PT KTI
Dari 51 Peserta UTBK Reaktif, 38 Orang Ternyata Negatif Covid 19
Begini Cara Santri Ngaji di Ruang Isolasi
Orkemiban, Minuman Tinggi Anti Oksidan Berbahan Daun Kelor
Dalam Keadaan Mabuk, Sekelompok Pemuda Merusak Warung Kopi dan Aniaya Orang
Tiga Tersangka Pengedar Narkoba Diamankan Polisi
Menteri Kelautan Dan Perikanan Cabut Permen Nomer 56 Tentang Ekspor Benih Lobster
31 Kabupaten di Jawa Tmur Berpotensi Terjadi Kekeringan
Karena Diputus Pacar Terjadi Penculikan dan Penganiayaan
Maling Alat Alat Bengkel Dimassa
Tahun Ajaran Baru Akan Berlangsung Secara Virtual
Pemkab Akan Rapid Tes Seluruh Santri Gontor
Pasar Lumbung Pangan Target Menjangkau Ke 28 Kabupaten Kota di Jatim
Wakapolda Cek Perkembangan Covid 19 di Ponpes Gontor
Selama 14 Hari Terakhir Angka Kesembuhan Mencapai 2.150
   

Darmin Tunggu Usulan Formulasi Dasar Penurunan Harga Tiket Pesawat
Ekonomi Dan Bisnis  Senin, 24-06-2019 | 08:21 wib
Reporter :
Jakarta pojokpitu.com, Pemerintah mengurungkan rencana mengundang maskapai asing untuk masuk ke bisnis penerbangan rute domestik di Indonesia. Sebab, pemerintah ingin maskapai dalam negeri bisa melakukan efisiensi agar harga tiket rute domestik lebih murah.

Opsi masuknya maskapai asing dianggap sebagai solusi terakhir, seandainya maskapai dalam negeri tak kunjung bisa menurunkan harga tiket.

"Coba dulu dalam negeri apa yang bisa dilakukan. Kalau tidak bisa membuat situasi efisien, baru cari jalan lain (mengundang maskapai asing)," kata Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution saat ditemui di kantornya (21/6).

Darmin berharap rencana kebijakan penurunan harga tiket pesawat low cost carrier (LCC) domestik yang akan dikeluarkan pekan depan dapat disambut baik oleh maskapai. Pihaknya juga terbuka dengan berbagai usulan dari maskapai mengenai formulasi dasar penurunan harga tiket. Dengan begitu, maskapai dalam negeri tak perlu bersaing dengan maskapai asing.

Darmin bilang, kunci efisiensi itu ada baik dari dalam maskapai sendiri maupun dari mitra kerja maskapai. Dia mencontohkan, Garuda Indonesia harus memutar otak jika ingin melakukan efisiensi. Sebab, Garuda Indonesia banyak mempunyai rute jarak pendek.

Padahal, Garuda Indonesia bisa melakukan efisiensi jika mengakomodasi lebih banyak penerbangan jarak jauh. Sementara itu, Darmin melihat Lion Air juga pasti mempunyai cara agar bisa melakukan efisiensi, yang kemungkinan cara itu tidak bisa disamakan dengan Garuda Indonesia.

Biaya-biaya lain yang melibatkan pengelola bandara, Pertamina selaku penjual avtur dan negara selaku penerima pajak juga bisa ditekan. Hal itu yang membuat Darmin yakin Indonesia belum perlu mengundang maskapai asing untuk rute domestik.

"Artinya, jangan kalian mengharapkan persoalan ini dapat cepat selesai. Kami akan dorong efisiensi supaya masyarakat ada kesempatan mendapatkan pelayanan angkutan udara yang murah, itu saja dulu," lanjut mantan gubernur Bank Indonesia (BI) itu. (rin/tau/end)

Berita Terkait

Dua Maskapai LCC Turunkan Harga Tiket Pesawat

Darmin Tunggu Usulan Formulasi Dasar Penurunan Harga Tiket Pesawat
Berita Terpopuler
Pemancing Tersangkut Karang, Lalu Digulung Ombak
Malang Raya  11 jam

Ini Patut Menjadi Perhatian, Biker Tewas Dilindas Truk
Peristiwa  11 jam

Pemkab Bondowoso Akan Bangun Rumah Janda Tua Makan Daun Talas
Rehat  12 jam

Strategi Tabung Haji Dan Umroh Ringankan Beban Jamaah Saat Pandemi COVID-19
Ekonomi Dan Bisnis  9 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber