Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Politik 

Pemerintah Kabupaten Madiun tengah mengorek penyebab sisa lebih pembiayaan anggaran yang mencapai Rp 172 milyar. Foto: Tova Pradana
Keterlambatan Penetapan P-APBD 2018 Jadi Penyebab Silpa
Minggu, 23-06-2019 | 08:15 wib
Oleh : Tova Pradana
Madiun pojokpitu.com, Pemerintah Kabupaten menerangkan penyebab banyaknya sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) tahun 2018 yang tidak terserap. Anggaran mencapai Rp 172 milyar tersebut dipicu keterlambatan penetapan perubahan APBD Kabupaten Madiun tahun lalu .

Langkah Pemkab Madiu ini lantaran menjadi sorotan para wakil rakyat di DPRD setempat. Berdasarkan keterangan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Rori Pirambodo,  keterlambatan penetapan perubahan APBD (P-APBD) 2018  menjadi pemicu utama .

Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (opd) lambat menyerap anggaran, lantaran tempo pelaksanaan sangat singkat sejak regulasi ditetapkan. Karena pengaruh masa transisi setelah Pilkada (pemilihan kepala daerah) hingga pembahasan PAK (perubahan anggaran keuangan) juga mundur .

Rori tidak memerinci OPD mana yang terbanyak belum menyerap anggaran hingga tutup tahun.  Nilai paket pekerjaan yang akhirnya kembali masuk ke kas daerah (Kasda) diklaim tidak terlalu besar. "Mayoritas merupakan program-program pemberdayaan,  dan bukan pembangunan infrastruktur," kata Rori. (pul)





Berita Terkait


Gagal Lelang, Rp 7,7 Miliar DAK Jadi Silpa

Silpa Rp 1,2 Triliun, Walikota : Silpa Digunakan Untuk Pembebasan Tanah

Keterlambatan Penetapan P-APBD 2018 Jadi Penyebab Silpa

12 Kegiatan OPD Gagal Terlaksana, Biang Silpa Tinggi


Gagal Lelang, PAK Mundur Jadi Penyebab Silpa Dikpora

Dikpora Penyumpang Silpa Terbanyak Anggaran 2018

Silpa Anggaran Tahun 2018 Tembus Rp 292 Miliar

Duit DD dan ADD Terancam Jadi Silpa

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber