Berita Terbaru :
Gedung SMP Jadi Tempat Karantina, Total 109 Pemudik Dikarantina
Jelang Rahmadan Terminal Purabaya Mengalami Penurunan Penumpang Hingga 75 Persen
UTBK SBMPTN Mundur
Pencari Kerang Terpeleset dan Terseret Arus, Ditemukan Tak Bernyawa
Satu Pasien PDP Meninggal Dunia
Tuban Zona Merah, Dua Perawat Puskesmas Positif Covid-19
Mahasiswa Malasyia Meninggalkan Indonesia Dengan Menggunakan Penerbangan Khusus
Mudik ke Kampung Halaman, Pria Diisolasi di Kantor Desa
Pengemudi Jatuh Tak Sadarkan Diri, Warga Takut Mendekat
Video Call Kondisi Pasien Positif Covid 19 Terus Membaik
Sebanyak 14 PDP Berhasil Disembuhkan,1 Positif Masih Diisolasi
Tim Gugus Tugas Covid-19 Rapid Test Keluarga PDP
Sebar Berita Hoax, Seorang Warga Tertangkap Polisi
Pasca Libur, Pemohon SIM di Polresta Sidoarjo Membludak
ASN Jatuh ke Jurang Saat Potong Pohon Jati
   

Banjir Rob Rendam Pemukiman Warga Pesisir Probolinggo
Tapal Kuda Dan Madura  Sabtu, 22-06-2019 | 13:00 wib
Reporter : Farid Fahlevi
Probolinggo pojokpitu.com, Sejak tiga hari ini, banjir rob merendam pemukiman warga di dua desa di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Air laut pasanng ini masuk ke pemukiman warga setelah tanggul pembatas laut dengan pemukiman warga jebol, akibat banjir ini aktifitas warga terganggu.

Banjir rob ini masuk ke pemukiman warga saat air laut pasang, tepatnya sejak pagi hingga siang hari, yang terjadi ratusan rumah di dua desa, yakni Desa Kali Buntu dan Desa Sidopekos, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo terendam air laut.
 
Banjir rob ini sudah menjadi fenomena tahunan, warga hanya bisa pasrah saat air laut mulai masuk ke rumah masing-masing warga. Perabot rumah tangga dibiarkan saja terendam air. Hanya, sejumlah perabotan diungsikan ke tempat yang lebih aman.
 
Sulaiman, warga, menjelaskan, banjir rob ini terjadi akibat gelombang pasang yang membuat pemukiman terendam. Saat pertama kali datang, ketinggian air bahkan mencapai hampir satu meter.
 
Jebolnya tanggul pembatas membuat air laut yang menyatu dengan muara sungai cepat meluap. Parahnya, hampir semua tanggul disepanjang pantai desa kali buntu rusak dan jebol, karena terkena abrasi terus menerus.
 
Akibat musibah banjir ini aktifitas warga kampung nelayan ini terganggu. Tidak hanya itu, sejumlah tambak udang dan garam milik warga turut terendam.
 
Sejak 3 hari ini, ketinggian air genangan masih setinggi 20 senti meter.

Warga berharap pemerintah daerah turun tangan guna membangun kembali tanggul di sepanjang batas pemukiman warga dengan pantai, sehingga terjangan gelombang pasang air laut dapat dihindari. (yos)

Berita Terkait

Banjir Kiriman Rendam Puluhan Lapak Pedagang Pasar

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan

Banjir Akibat Tanggul Sungai Tak Memadai

Lagi, Ponorogo Diterjang Banjir Saat Malam Hari
Berita Terpopuler
Video Call Kondisi Pasien Positif Covid 19 Terus Membaik
Peristiwa  1 jam

Jelang Puasa dan Dampak Corona, Harga Daging Naik
Ekonomi Dan Bisnis  13 jam

Aplikasi Ini Tawarkan Gratis Kuota Selama di Rumah Saja
Teknologi  18 jam

Tebing Sungai Longsor Setiap Hujan Datang, Warga Kian Resah
Peristiwa  5 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber