Berita Terbaru :
Angin Kencang Disertai Hujan Deras Rusak Puluhan Rumah Warga
Empat Rumah Warga Ludes Terbakar
Diduga Mengantuk, Truck Box Tabrak Warung dan Motor, 3 Tewas
Knight Floorball Club Pantau Perkembangan Pemain Lewat Aplikasi ALSC
Lembah Indah Ngajum Ditargetkan Mampu Menjadi Wisata Alam Kelas Internasional
Pertama Kalinya, Piaggio MP3 500 HPE Sport Advanced Punya Gigi Mundur
Kemenag Bakal Bangun Kantor Layanan Haji di Arab Saudi
5 Pembalap Korban MotoGP Catalunya
Sepuluh Pilkada Paling Menarik Perhatian
Ini Pesan Mahfud MD untuk Pemuda Muhammadiyah
California Larang Penjualan Mobil Bensin Mulai 2035
Gubernur Jawa Timur Sosialisasi Bermasker di Lumajang
Diduga Bunuh Diri, Artis Cantik Ditemukan Meninggal Dunia
Standar Ganda Pemkot Surabaya: IBL Ditolak, Turnamen Armuji Diberi Izin
   

Banjir Rob Rendam Pemukiman Warga Pesisir Probolinggo
Tapal Kuda Dan Madura  Sabtu, 22-06-2019 | 13:00 wib
Reporter : Farid Fahlevi
Probolinggo pojokpitu.com, Sejak tiga hari ini, banjir rob merendam pemukiman warga di dua desa di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Air laut pasanng ini masuk ke pemukiman warga setelah tanggul pembatas laut dengan pemukiman warga jebol, akibat banjir ini aktifitas warga terganggu.

Banjir rob ini masuk ke pemukiman warga saat air laut pasang, tepatnya sejak pagi hingga siang hari, yang terjadi ratusan rumah di dua desa, yakni Desa Kali Buntu dan Desa Sidopekos, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo terendam air laut.
 
Banjir rob ini sudah menjadi fenomena tahunan, warga hanya bisa pasrah saat air laut mulai masuk ke rumah masing-masing warga. Perabot rumah tangga dibiarkan saja terendam air. Hanya, sejumlah perabotan diungsikan ke tempat yang lebih aman.
 
Sulaiman, warga, menjelaskan, banjir rob ini terjadi akibat gelombang pasang yang membuat pemukiman terendam. Saat pertama kali datang, ketinggian air bahkan mencapai hampir satu meter.
 
Jebolnya tanggul pembatas membuat air laut yang menyatu dengan muara sungai cepat meluap. Parahnya, hampir semua tanggul disepanjang pantai desa kali buntu rusak dan jebol, karena terkena abrasi terus menerus.
 
Akibat musibah banjir ini aktifitas warga kampung nelayan ini terganggu. Tidak hanya itu, sejumlah tambak udang dan garam milik warga turut terendam.
 
Sejak 3 hari ini, ketinggian air genangan masih setinggi 20 senti meter.

Warga berharap pemerintah daerah turun tangan guna membangun kembali tanggul di sepanjang batas pemukiman warga dengan pantai, sehingga terjangan gelombang pasang air laut dapat dihindari. (yos)

Berita Terkait

Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru Terjang Sejumlah Daerah Aliran Sungai

Gugus Tugas Berharap Protokol Kesehatan Pabrik di Situbondo Diperketat

Pipa Gas Lapindo Bocor Resahkan Warga

Ratusan Rumah 2 Desa di Tanggulangin Teredam Air
Berita Terpopuler
Standar Ganda Pemkot Surabaya: IBL Ditolak, Turnamen Armuji Diberi Izin
Sepak Bola  11 jam

Diduga Bunuh Diri, Artis Cantik Ditemukan Meninggal Dunia
Infotainment  11 jam

Gubernur Jawa Timur Sosialisasi Bermasker di Lumajang
Peristiwa  9 jam

Sepuluh Pilkada Paling Menarik Perhatian
Pilkada  5 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber