Berita Terbaru :
Karena Pegawai Positif, Penutupan Dukcapil Diperpanjang
Pengangkat Jenazah Pahlawan Revolusi Terbaring Sakit
Dapat Rekom Partai Hanura, Teno Akan Lakukan Konsolidasi Antar Partai Pengusung
Chamber Of Conference, Hindari Tatap Muka Pegawai Peradilan di Tengah Pandemi Covid 19
Lupa Mematikan Kompor, 1 Rumah di Bojonegoro Terbakar
33 Tahun Arema, Aremania Rindu Dualisme Berakhir
Pesawat Tempur Tergelincir di Lanud Iswahjudi
Warga Trauma Diserang Kembali, TNI Polri Dibantu Brimob Siaga
Bandar Narkoba Lapas Porong Ditembak Mati
Pelajar SMK Negeri Puspo Ciptakan Pakan Konsentrat Untuk Sapi Perah dan Kambing Dari Limbah Pertanian
Lapas Over Kapasitas, Pemerintah Bakal Terapkan Rehabilitasi Bagi Pengguna Narkoba
Keturunan Gipo Kecewa Pemkot Abaikan Langgar Bersejarah
Komisi D Minta Dispendik Kota Surabaya Mengkaji Ulang Sekolah Tatap Muka
Razia Masker, Puluhan Remaja di Blitar Dihukum Hafalkan Pancasila
PDI Perjuangan Lawan Incumbent Ipong Muchlissoni
   

12 Kegiatan OPD Gagal Terlaksana, Biang Silpa Tinggi
Ekonomi Dan Bisnis  Kamis, 20-06-2019 | 04:24 wib
Reporter : M.Ramzi
Magetan pojokpitu.com, Pemkab Magetan menjawab kritik DPRD Magetan soal tingginya Silpa Anggaran pada tahun anggaran 2018. Selain gagal lelang, perubahan aturan keuangan juga dianggap menjadi biang gagalnya kegiatan yang menyebabkan tingginya silpa anggaran.

Pihak eksekutif memberi tanggapan kritikan semua fraksi dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Magetan, soal tingginya silpa anggaran tahun 2018. Melalui sidang paripurna tanggapan Bupati Magetan, yang dibacakan oleh Wabup Nanik Endang Rusminiarti, pemkab mengulas beberapa alasan terjadinya silpa anggaran.

"Pada tahun 2018, terdapat 12 kegiatan di 9 OPD, dengan nilai anggaran Rp 2,8 miliar lebih yang tidak terlaksana. Selain gagal lelang, juga adanya perubahan peraturan Kementerian Keuangan, terkait penggunaan dana bagi hasil cukai, sehingga tidak bisa digunakan sebagai sumber dana kegiatan. Seperti gagalnya pembangunan sarana balai latihan kerja di Dinas Tenaga Kerja setempat," kata Nanik Endang Rusminiarti.

Pemkab juga membeber beberapa OPD yang lemah dalam penyerapan anggaran. Seperti Dinas Lingkungan Hidup, Disnaker, dan juga Disperindag.

DPRD berharap, agar tingginya silpa anggaran tidak terulang lagi, di awal pemerintahan era Suprawoto - Nanik ini. Setiap OPD diminta melakukan perencanaan yang matang.(end)

Berita Terkait

Gagal Lelang, Rp 7,7 Miliar DAK Jadi Silpa

Silpa Rp 1,2 Triliun, Walikota : Silpa Digunakan Untuk Pembebasan Tanah

Keterlambatan Penetapan P-APBD 2018 Jadi Penyebab Silpa

12 Kegiatan OPD Gagal Terlaksana, Biang Silpa Tinggi
Berita Terpopuler
Chamber Of Conference, Hindari Tatap Muka Pegawai Peradilan di Tengah Pandemi Co...selanjutnya
Hukum  1 jam

Pesawat Tempur Tergelincir di Lanud Iswahjudi
Peristiwa  2 jam

Historis SBY, Demokrat Prioritaskan Kemenangan di Pacitan
Pilkada  13 jam

PDI Perjuangan Lawan Incumbent Ipong Muchlissoni
Pilkada  10 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Jatim Awan

Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber