Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Tanpa Manifest, Jumlah Korban Masih Simpang Siur
Selasa, 18-06-2019 | 19:27 wib
Oleh : Yusmana Windarto
Surabaya pojokpitu.com, Dari data terakhir, jumlah korban tewas Kapal Motor Arim Jaya yang tenggelam di perairan Sumenep, antara Pulau Sepudi dan Giliyang, tercatat sebanyak 17 orang. Namun jumlah penumpang KM Arim Jaya dinyatakan masih masih simpang siur. Alasannya, jumlah penumpang yang berada di kapal motor yang nahas ini tidak tercatat dalam manifest.

Bahkan Arim, nahkoda KM Arim Jaya, dihadapan polisi menyatakan tidak tahu. Karena Arim yang sempat menjalani perawatan pasca kejadian ini, mengaku hanya mengoperasikan kapal hingga ke tujuan, tanpa mengetahui jumlah penumpang.

Kombespol Frans Barung Mangera, Kabidhumas Polda Jatim, menjelaskan, data jumlah penumpang hanya bisa diketahui dari jumlah karcis dan keterangan korban yang selamat. "Dari keterangan itu, jumlah penumpang diperkirakan mencapai 61 orang," ujar Kombespol Frans Barung Mangera.

Saat ini polisi masih fokus pada pencarian korban di Perairan Sumenep, yang kini belum ditemukan. Polisi akan mengumpulkan data penumpang untuk mengetahui pasti jumlah korban tewas, hilang, dan selamat, sesuai keterangan saksi serta jumlah karcis. (yos)

Berita Terkait


Korban di Dek Kapal Santika Nusantara Berjenis Kelamin Laki-Laki

Kisah Korban Selamat Kecelakaan KM Santika Nusantara

Puspenerbal Tetap Lanjutkan Operasi KM Santika Nusantara

Tim Gabungan Basarnas Puspenerbal Temukan Bangkai Kapal KM Santika Nusantara


KNKT Periksa Korban 7 ABK Kapal Tenggelam

ABK KM Multi Prima 1 Korban Kapal Tenggelam Berharap Cepat Dipulangkan

Pencarian Korban Kapal Tenggelam Resmi Dihentikan

1 Jenazah Korban Kapal Tenggelam Kemabali Ditemukan Dalam Kondisi Hancur

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber