Berita Terbaru :
Tak Penuhi Protokol Kesehatan, THM Dilarang Buka
Warga Nduri Ponorogo Krisis Air Bersih
Petugas PPDP Temui Kendala Saat Mencoklit Data Pemilih
   

Penghuni Persil Kecewa, Dulu Orang Tua Berjuang Untuk Surabaya Kini Diusir
Metropolis  Selasa, 18-06-2019 | 19:15 wib
Reporter : Dewi Imroatin
Surabaya pojokpitu.com, Pembangunan frontage road sisi barat yang terletak di sepanjang jalan Wonokromo masih menyisahkan kendala terkait pembebasan lahan, terdapat 4 persil lahan milik PT. KAI yang ditinggali warga Audha sejak puluhan tahun yang lalu.

Penghuni mengaku sangat kecewa, dikarenakan orang tua mereka merupakan tentara yang berjuang di zaman penjajahan dulu, dan kini mereka harus diusir, tanpa ada sedikit pun perhatian.

Terdapat deretan rumah di pembangunan frontage road road sisi barat, Jalan Wonokromo Surabaya, yang belum tersentuh pembongkaran.

Saat reporter JTV Dewi Imroatin, mendatangi rumah tersebut tampak seorang pria berusia sekitar 70 tahunan lebih yang sedang menyiram tanaman di sekitar deretan rumah yang kondisi terlihat merupakan bangunan tua.

Namun sayang, yang bersangkutan tidak ingin diwawancarai dengan diambil gambar, bahkan terlihat raut wajah kekecewaan saat ditanyai terkait permasalahan rumah yang mereka huni yang berdiri di atas lahan PT. KAI itu.

Pria berkaos putih itu menceritakan kalau terdapat 4 persil yang dihuni oleh dirinya dan saudaranya, dan rumah tersebut merupakan hasil perjuangan orang tuanya yang merupakan seorang tentara yang berjuang di masa peperangan dulu di Surabaya, lalu oleh pemerintah saat itu diperbolehkan menempati rumah tersebut dengan sistem sewa sekitar tahun 50 an.

Penghuni rumah itu mengaku snagat kecewa dikarenakan tidak ada sedikit pun perhatian dari pemerintah atau pemilik lahan, untuk dirinya dan keluarga, bahkan hanya diminta untuk secepatnya mengkosongkan rumahnya.

Saat ditanya apakah ingin memperjuangkan rumah yang sudah puluhan tahun mereka huni, untuk bisa mendapatkan kompensasi, pria itu menegaskan percuma dan tidak ada gunanya, dirinya dan keluarga sangat kecewa karena dulu orang tuanya adalah salah satu pejuang dan kini dirinya yang merupakan anak-anak dari pejuang itu malah diusir. (yos)

Berita Terkait

Pembangunan Frontage Road Sidoarjo Tinggal Selangkah Lagi

Menolak Dikosongkan, Warga Frontage Wonokromo Ngadu ke Komnas HAM

Pemkot Masih Tunggu PT. KAI Bebaskan Lahan Frontage Wonokromo

Dampak Proyek Frontage Wonokromo Pemukiman Warga Mundur 15 Meter
Berita Terpopuler
Petugas PPDP Temui Kendala Saat Mencoklit Data Pemilih
Pilkada  3 jam

Warga Nduri Ponorogo Krisis Air Bersih
Peristiwa  2 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Jual Beli Tebu Diluar Pabrik Meresahkan PG Lestari
Jatim Awan

Dampak Pandemi, 68 Ribu Warga Bojonegoro dan Tuban Menunggak Iuran BPJS
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber