Berita Terbaru :
Begini Metode Kampanye Yang Akan Diterapkan Dalam Pilkada Serentak
Dinilai Tak Koordinasi, Rapid Test di Lingkungan Masjid Dibubarkan
Bantuan Sosial Tunai Kemensos Tahap Kedua Mulai Dicairkan Hari Ini
Kecelakaan Kerja Tewaskan 3 Orang, Satu Karyawan PT Enero Ditetapkan Tersangka
Hasil Tes Swab Wakil Walikota Surabaya Dipastikan Negatif
Tujuh Hari Dirawat, Tambahan Klaster Jamaah Masjid Meninggal Dunia
Ribuan Paket Sembako Dan APD Disalurkan Ke Ribuan Warga Terdampak Covid-19 di Jatim
Diduga Sumbu Terlalu Pendek, Perangkat Desa Terkapar Terkena Ledakan Petasan
Pemkot Surabaya Pastikan 1 Karyawan PDAM Surabaya Meninggal Terpapar covid 19
Jenazah Korban Ditemukan Dibawah Tumpukan Jerami Kandang Sapi
Terapi Plasma Konvaselen Diklaim Mampu Sembuhkan Pasien Positif Covid 19
New Normal: Cabor Basket dan Sepak Bola Disarankan Jangan Latihan Seperti Biasa
9 Hari, 8 Ribu Warga Dirapid Test, 1300 Orang Reaktif
Terealisasi 12 M, Pemkab Madiun Refocussing Anggaran Ratusan Milyar
Pulang Dari Surabaya, Karyawan Kedai Bakso Terkonfirmasi Positif Corona
   

Penghuni Persil Kecewa, Dulu Orang Tua Berjuang Untuk Surabaya Kini Diusir
Metropolis  Selasa, 18-06-2019 | 19:15 wib
Reporter : Dewi Imroatin
Surabaya pojokpitu.com, Pembangunan frontage road sisi barat yang terletak di sepanjang jalan Wonokromo masih menyisahkan kendala terkait pembebasan lahan, terdapat 4 persil lahan milik PT. KAI yang ditinggali warga Audha sejak puluhan tahun yang lalu.

Penghuni mengaku sangat kecewa, dikarenakan orang tua mereka merupakan tentara yang berjuang di zaman penjajahan dulu, dan kini mereka harus diusir, tanpa ada sedikit pun perhatian.

Terdapat deretan rumah di pembangunan frontage road road sisi barat, Jalan Wonokromo Surabaya, yang belum tersentuh pembongkaran.

Saat reporter JTV Dewi Imroatin, mendatangi rumah tersebut tampak seorang pria berusia sekitar 70 tahunan lebih yang sedang menyiram tanaman di sekitar deretan rumah yang kondisi terlihat merupakan bangunan tua.

Namun sayang, yang bersangkutan tidak ingin diwawancarai dengan diambil gambar, bahkan terlihat raut wajah kekecewaan saat ditanyai terkait permasalahan rumah yang mereka huni yang berdiri di atas lahan PT. KAI itu.

Pria berkaos putih itu menceritakan kalau terdapat 4 persil yang dihuni oleh dirinya dan saudaranya, dan rumah tersebut merupakan hasil perjuangan orang tuanya yang merupakan seorang tentara yang berjuang di masa peperangan dulu di Surabaya, lalu oleh pemerintah saat itu diperbolehkan menempati rumah tersebut dengan sistem sewa sekitar tahun 50 an.

Penghuni rumah itu mengaku snagat kecewa dikarenakan tidak ada sedikit pun perhatian dari pemerintah atau pemilik lahan, untuk dirinya dan keluarga, bahkan hanya diminta untuk secepatnya mengkosongkan rumahnya.

Saat ditanya apakah ingin memperjuangkan rumah yang sudah puluhan tahun mereka huni, untuk bisa mendapatkan kompensasi, pria itu menegaskan percuma dan tidak ada gunanya, dirinya dan keluarga sangat kecewa karena dulu orang tuanya adalah salah satu pejuang dan kini dirinya yang merupakan anak-anak dari pejuang itu malah diusir. (yos)

Berita Terkait

Pembangunan Frontage Road Sidoarjo Tinggal Selangkah Lagi

Menolak Dikosongkan, Warga Frontage Wonokromo Ngadu ke Komnas HAM

Pemkot Masih Tunggu PT. KAI Bebaskan Lahan Frontage Wonokromo

Dampak Proyek Frontage Wonokromo Pemukiman Warga Mundur 15 Meter
Berita Terpopuler
Perawat RSAL Ramelan Meninggal Akibat Positif Covid 19
Covid-19  7 jam

Jenazah Korban Ditemukan Dibawah Tumpukan Jerami Kandang Sapi
Peristiwa  4 jam

Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Peristiwa  19 jam

Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
Pilkada  21 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber