Berita Terbaru :
Tengkorak Kepala Manusia Ditemukan Warga di Hutan Baluran
Perawat Senior Tuban Meninggal Akibat Covid 19
Bayi Dikerubuti Semut Ditemukan Dalam Kondisi Hidup
Penasehat Tersangka OTT Ingin Kejaksaan Bogkar Pungli Benih Jagung
Warga Temukan Situs Sejarah Saat Hendak Tanam Pisang
Hasil Penyidikan, Praktek Dukun Cabul Bertarif Rp 300 Ribu
Musim Kemarau, Permintaan Pembuatan Sumur Meningkat
Satlantas Polres Tuban, Gelar Operasi di Pasar Tradisonal
PBVSI Mastekno Proliga Ke 20 Akan Digelar Lebih Cepat
Hari Ini di Lamongan Empat Pasien Covid 19 Meninggal Dunia
Peringatan HUT RI ke 75, Banyak Diskon Tiket Kereta Api
Mulan Tayang Bukan di Bioskop, Streaming Eksklusif di Disney
Tidak Sekedar Ulang Tahun, Begini Agenda Cia Tanggal 17 Agustus Nanti
Keluarga Suspek Covid 19 Gagal Jemput Paksa Jenazah
Semangat, Kakak-Adik Berkebutuhan Khusus Ini Belajar Sambil Kerja Tambal Ban
   

Dewan Desak Pembangunan Frontage Road Tuntas di 2019
Metropolis  Senin, 17-06-2019 | 18:41 wib
Reporter : Dewi Imroatin
Surabaya pojokpitu.com, Pembangunan frontage road sisi barat yang terletak di sepanjang Jalan Wonokromo hingga saat ini belum tuntas. Bahkan ada beberapa lahan yang ternyata masih menuai sengketa untuk pembebasan lahan. Menyikapi fakta itu, Dewan Surabaya mendesak Pemkot segera menuntaskan pembangunan proyek tersebut di 2019 ini, dan Pemkot diminta memediasi permasalahan lahan yang belum juga bisa dilakukan pembebasan.

Buchori Imron, Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya menyampaikan, pembangunan proyek frontage road sisi barat hingga detik ini masih belum tuntas padahal alokasi anggaran proyek sepanjang sekitar 200 meter itu sudah dianggarkan di APBD 2018 lalu sebesar Rp 66 miliar.

"Di 2019 ini proyek tersebut harus segera tuntas agar mampu mengurai kemacetan di sepanjang Jalan Raya Wonokromo itu," ucap Buchori Imron Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya.

Sementara itu Visensius Awey, anggota Komisi C DPRD Surabaya menegaskan, pembangunan proyek frontage road itu masih terkendala pembebasan lahan di sisi selatan, terdapat 14 persil milik PT KAI yang terkendala pembebasan lahan. Dari persil itu 5 merupakan rumah dinas milik PT KAI, tapi 8 persil merupakan rumah warga yang berdiri di atas lahan PT KAI dan tidak memiliki ijin, dan ini yang masih terkendala untuk pembebasan lahan.

Politisi dari Fraksi Nasdem ini menegaskan, 8 persil itu memang menjadi kewenangan PT KAI untuk pembebasan lahan, tapi faktanya hingga detik ini belum juga menemukan penyelesaian. "Untuk itu, Pemkot harus ikut andil memediasi kedua belah pihak agar ditemukan penyelesaian yang tepat, karena bagaimanapun ini menyangkut kepentingan rakyat yang harus segera dituntaskan pembangunannya," katanya.

Awey menjabarkan untuk pembebasan lahan saja anggaran yang sudah disiapkan sebesar Rp 5,4 miliar dan sebagian sudah direalisasikan mulai dari yang Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar lebih per persilnya.(end)

Berita Terkait

Pembangunan Frontage Road Sidoarjo Tinggal Selangkah Lagi

Menolak Dikosongkan, Warga Frontage Wonokromo Ngadu ke Komnas HAM

Pemkot Masih Tunggu PT. KAI Bebaskan Lahan Frontage Wonokromo

Dampak Proyek Frontage Wonokromo Pemukiman Warga Mundur 15 Meter
Berita Terpopuler
Bebas Asimilasi, Bandar Narkoba Kembali Edarkan Sabu
Peristiwa  14 jam

Bupati Sangat Dukung Pengembangan Paralayang di Blego Parang
Politik  17 jam

Bayi Dikerubuti Semut Ditemukan Dalam Kondisi Hidup
Peristiwa  47 menit

Pandemi, Penjual Bendera Asal Bangkalan Takut Jualan Keluar Kota
Ekonomi Dan Bisnis  15 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Jatim Awan

Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber