Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Metropolis 

Kini Konsultasi Hukum di Kemenkumham Bisa Lewat Whatsapp
Senin, 17-06-2019 | 13:15 wib
Oleh : Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com, Anda sering bingung melaporkan pelanggaran HAM atau malu saat berkonsultasi hukum dengan bertatap muka? Kini permasalahan anda teratasi dengan adanya inovasi Pelayanan Publik Terpadu di Kemenkumham Jatim. Di layanan ini, anda bisa melaporkan pelanggaran HAM dan berkonsultasi masalah hukum melalui aplikasi whatsapp dan email.

Ada yang berbeda di Kantor Kemenkumham Jatim, Senin pagi tadi. Kini ada ruang layanan informasi terpadu dan publik di sudut kantor yang terletak di Jalan Kayon ini. Di ruang ini, anda bisa berkonsultasi hukum dan melaporkan dugaan  pelanggaran HAM.

Namun bila anda repot atau malu berkonsultasi dengan bertatap muka, anda bisa melaporkannya melalui aplikasi whatssapp dan email. Aplikasi whatsapp dan email ini mendapat apresiasi dari Kakanwil Kemenkum HAM Jatim, Susy Susilawati.

Menurut Susy Susilawati, layanan ini merupakan bentuk layanan yang berkeadilan kepada masyarakat. "Dengan layanan terpadu ini, pihaknya berharap semua pengurusan di Kemenkumham Jatim dapat diselesaikan dalam satu hari," tutur Susy Susilawati.
 
Diharapkan dengan inovasi layanan ini dapat tercipta pelayanan yang bebas dari korupsi, pungli dan gratifikasi di Kemenkumham Jawa Timur.(end)

Berita Terkait


Kini Konsultasi Hukum di Kemenkumham Bisa Lewat Whatsapp

Kemenkumham Jatim Gelar Sholat Ghoib dan Galangan Dana

Tes CPNS Kemenkumham, Ada Peserta Curang . .

Kakanwil Kemenkumham Jatim Telah Berpulang


Kakanwil Kemenkumham Jatim Tersinggung Pernyataan Buwas

Tes CPNS Kemenkumham, Ada Peserta Curang . .

Kemenkumham Butuh Penyegaran Petugas Lapas

Kakanwil Kemenkumham Jatim Telah Berpulang

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber