Berita Terbaru :
Begini Metode Kampanye Yang Akan Diterapkan Dalam Pilkada Serentak
Dinilai Tak Koordinasi, Rapid Test di Lingkungan Masjid Dibubarkan
Bantuan Sosial Tunai Kemensos Tahap Kedua Mulai Dicairkan Hari Ini
Kecelakaan Kerja Tewaskan 3 Orang, Satu Karyawan PT Enero Ditetapkan Tersangka
Hasil Tes Swab Wakil Walikota Surabaya Dipastikan Negatif
Tujuh Hari Dirawat, Tambahan Klaster Jamaah Masjid Meninggal Dunia
Ribuan Paket Sembako Dan APD Disalurkan Ke Ribuan Warga Terdampak Covid-19 di Jatim
Diduga Sumbu Terlalu Pendek, Perangkat Desa Terkapar Terkena Ledakan Petasan
Pemkot Surabaya Pastikan 1 Karyawan PDAM Surabaya Meninggal Terpapar covid 19
Jenazah Korban Ditemukan Dibawah Tumpukan Jerami Kandang Sapi
Terapi Plasma Konvaselen Diklaim Mampu Sembuhkan Pasien Positif Covid 19
New Normal: Cabor Basket dan Sepak Bola Disarankan Jangan Latihan Seperti Biasa
9 Hari, 8 Ribu Warga Dirapid Test, 1300 Orang Reaktif
Terealisasi 12 M, Pemkab Madiun Refocussing Anggaran Ratusan Milyar
Pulang Dari Surabaya, Karyawan Kedai Bakso Terkonfirmasi Positif Corona
   

2 Hektar Lahan Tebu Terbakar Gara-Gara Balon Udara Ilegal
Mataraman  Senin, 17-06-2019 | 10:50 wib
Reporter : M.Ramzi
Diduga balon udara datang dari wilayah kabupaten ponorogo. Akibat kebakaran ini, pemilik lahan mengaku mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah. Foto M.Ramzi
Berita Video : 2 Hektar Lahan Tebu Terbakar Gara-Gara Balon Udara Ilegal
Magetan pojokpitu.com, Kurang lebih 2 hektar lahan tebu di Kabupaten Magetan, terbakar setelah balon udara jatuh. Akibat kebakaran ini, petani mengaku rugi puluhan juta rupiah.

Nasib petani tebu Desa Pingkuk Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan ini benar benar tragis. Sebab menjadi korban tradisi menerbangkan balon udara usai lebaran. Kurang lebih 2 hektar tanaman tebu milik petani setempat terbakar, setelah balon udara jatuh di areal tanaman tebu siap panen.

Salah satunya lahan tebu milik Mulyono. Akibat jatuhnya balon udara di lokasi lahan, dirinya mengalami kerugian puluhan juta rupiah. "Beruntung kami masih berhasil memandamkan api, sehingga api tidak merambat ke lahan tebu lainnya," kata Mulyono.

Atas kejadian ini Mulyono harus memanen tebu lebih awal, untuk menghindari kerugian yang lebih besar. Dengan hasil panen dini ini, harga tebu yang awalnya dijual seharga Rp 51 ribu perkwintal, kini, turun menjadi Rp 46 ribu perkwintalnya.

"Kebakaran terjadi sejak pukul 24.00 malam, dan baru diketahui pagi hari. Dari 3 hektar lahan tebu, hanya 1 hektar lahan yang bisa diselamatkan," cerita Mulyono.

Pasca kejadian kebakaran tanaman tebu ini, pihak Polsek Bendo telah mengamankan barang bukti bekas balon udara untuk penyidikan lebih lanjut.  Para petani berharap, agar tradisi menerbangkan balon udara dihentikan, sehingga kebakaran lahan tebu tidak lagi terjadi. (pul)

Berita Terkait

Warga Ponorogo Masih Bandel Terbangkan Balon Tanpa Awak

Balon Udara Berukuran Besar Nyangkut di Kabel Telkom Ponorogo

Polisi Gagalkan Balon Udara yang Diterbangkan Warga

Disinyalir Penyandang Dana Buat Balon, Seorang ASN Diperiksa Polisi
Berita Terpopuler
Perawat RSAL Ramelan Meninggal Akibat Positif Covid 19
Covid-19  6 jam

Jenazah Korban Ditemukan Dibawah Tumpukan Jerami Kandang Sapi
Peristiwa  3 jam

Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Peristiwa  18 jam

Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
Pilkada  20 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber