Berita Terbaru :
Protap Hajatan di Tengah Pandemi Covid 19 Dalam New Normal
Soal Bangli Maospati, Satpol PP Koordinasi Dengan BBWS Solo
Siswa SD Positif Covid-19, Pembelajaran Luring Harus Perhatikan Protokol Kesehatan
Lima Pejabat Mendapatkan Penghargaan Jer Basuki Mawa Beya Dari Gubernur Jatim
Kepala SD Meninggal Akibat Covid 19, 3 Anggota Keluarga Positif
Dijadwalkan Hari Ini, Putusan Sengketa Pemilukada Surabaya Diundur Sabtu
Enam SMA di Ponorogo Akan Jalani Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka
Ribuan Insan Pariwisata Terdampak Covid 19 Terima Bansos
Gubernur Jatim Akan Uji Coba Sekolah Tatap Muka Mulai 18 Agustus Untuk Tingkat SMA SMK
Jelang Pilkada, PAN Ponorogo Belum Tentukan Rekom
Ratusan Pekerja Seni Demo di Depan Gedung DPRD Kabupaten Malang
Mobil Pick Up Terbakar di Kebun Tebu, Seorang Alami Luka Bakar
DPRD Nganjuk Minta Bupati Segera Terbitkan Surat Edaran Sekolah Luring
Gubernur Jatim Bersama TNI Polri Canangkan Program Kedisiplinan Masyarakat
Satpol PP Ngawi Tutup Usaha Material Pasir
   

Operasi Ketupat Semeru, Angka Laka Lantas dan Kejahatan Menurun Drastis
Peristiwa  Sabtu, 15-06-2019 | 22:13 wib
Reporter : Khaerul Anwar
Malang pojokpitu.com, Selama pelaksanaan operasi Ketupat Semeru 2019 yang dilaksanakan selama 13 hari, Polres Malang dinilai berhasil dalam menciptakan suasana nyaman dan aman bagi pemudik, serta mencegah adanya kejahatan jalanan yang tinggi. Terbukti angka laka lantas menurun hingga 85 persen dan angka kejahatan menurun hingga 65 persen.

Apel konsolidasi operasi Ketupat Semeru 2019 yang dilaksanakan di halaman Satya Haprabu Mapolres Malang dengan melibatkan pasukan yang terlibat dalam operasi ketupat.

"Dalam pelaksanaan selama 13 hari yang dimulai sejak 29 Mei hingga 10 Juni, untuk titik-titik kemacetan maupun rawan laka lantas dapat diantisipasi dalam mencegah kemacetan maupun laka lantas," kata AKBP Yade Setiawan Ujung, Kapolres Malang.
 
"Selama pelaksanaan arus mudik maupun balik, terjadi penurunan angka kecelakaan hingga 85 persen, dengan hanya ada satu korban meninggal dan 2 orang luka ringan," tambahnya.

Sementara itu, untuk pelanggaran pengendara yang tidak memiliki surat berkendara juga mengalami penurunan signifikan hingga 98 persen banyaknya.

"Untuk kasus kejahatan jalanan menurun drastis hingga 65 persen dibanding 2018 silam, dan hanya didominasi kasus KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) saja," katanya lagi.

AKBP Ujung menambahkan, dalam pelaksanaan operasi ketupat pada tahun 2020, diharapkan mampu lebih menekan angka laka lantas dan kejahatan jalanan hingga hanya angka persen yang terkecil.

Tentunya, keberhasilan pengaturan arus lalin dan berkurangnya angka kejahatan, juga dibantu stake holder dan kemacetan masih terlihat di perempatan Talangagung dan exit Tol Karanglo, Singosari saja.(end)





Berita Terkait

Operasi Ketupat Semeru, Angka Laka Lantas dan Kejahatan Menurun Drastis
Berita Terpopuler
Jika Pimpinan Manfaatkan Anak Buahnya
Konsultasi Psikologi  6 jam

Berburu Sinyal Wifi, Para Siswa Ini Belajar di Pos Ronda
Pendidikan  17 jam

Masker Batik Merah Putih Kemerdekaan Banyak Diburu Warga
Life Style  11 jam

PKB dan PDIP Akan Koalisi Dalam Pilkada Lamongan 2020
Pilkada  5 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Awal September Subsidi Gaji Dari Pemerintah Cair 1,2 Juta
Jatim Awan

Lupa Mematikan Kompor, 1 Rumah di Bojonegoro Terbakar
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber