Berita Terbaru :
Rekomendasi PKB di Pilkada 2020 Jatuh ke Keturunan Raja dan Sosok Kyai
Kasus Perceraian ASN Meningkat di Masa Pandemi
DPD PDIP Belum Terima Surat Rekom Terkait Pilwali Surabaya
Bawaslu Temukan Ratusan Penyelenggara Tak Netral Dalam Pilkada
Digunakan Tempat Prostitusi, Bangli Dibongkar
Curi Bawang Merah, Pelaku Dimassa dan Motor Dibakar
Ojek Tangguh Wajib Bawa 2 Masker
DPRD Provinsi Jatim Sidak PPDB SMAN 1 Bojonegoro
Sidoarjo Kembali Berlakuan Jam Malam Untuk Tekan Tingginya Penyebaran Covid 19
Diduga Bawa BBM, Sebuah Mobil Terbakar di Dekat SPBU Keting
Usai Tangani Pasien Covid 19, Puskesmas Ditutup
Jumlah Kasus Positif Korona Masih Tinggi, 3 Ruas Jalan Kembali Ditutup
Peserta UTBK SBMPTN Antri Rapid Test
Kemenpora dan PSSI Bagi Tugas Urus Piala Dunia U-20
Wacana Pasien Covid-19 Jatim Dipindah ke Pulau Galang
   

Kepergok, Tiga Pencuri Kayu Sono Keling Diringkus Polsek Dampit
Peristiwa  Sabtu, 15-06-2019 | 13:39 wib
Reporter : Khaerul Anwar
Malang pojokpitu.com, Aksi pencurian kayu milik Perhutani masih ditemukan di beberapa wilayah di Kabupaten Malang, seperti yang terjadi di lahan Perhutani wilayah Dampit yang dilakukan tiga pelaku. Para pelaku diamankan saat menaikkan kayu curian yang akan dibawa menuju Blitar.

Para pelaku bernama Maulidun Anwar (22), Didik Sumariono (32) dan Darnoko (31), semuanya warga Desa Klepu, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, yang diamankan saat mencuri kayu hutan.

Para pelaku mengaku disuruh seseorang untuk mencuri dengan upah Rp 100 ribu per orang. Dengan menggunakan gergaji mesin dan kerekan rantai, mereka melakukan pencurian kayu hutan jenis sono keling sepanjang 8 meter, dan kemudian dipotong-potong menjadi beberapa bagian untuk memudahkan mengangkut di dalam bak truk.

Namun, polisi hutan yang memergoki aksi pencurian di tanah Perhutani Petak 89 A Desa Jambangan Dampit itu, segera melaporkan ke Satreskrim Polsek Dampit. Ketiga pelaku pun diringkus beserta barang buktinya.

Atas pencurian tersebut, pihak Perhutani mengalami kerugian sekitar Rp 11,7 juta dan untuk kayu yang sudah dipotong dengan ukuran 150 hingga 400 centimeter itu, kini dititipkan ke TPK Druju, Sumbermanjing Wetan.

Menurut Ipda Imam Arifin, Kanit Reskrim Polsek Dampit, para pelaku pencurian kayu hutan di lahan Perhutani Petak 89 A Desa Jambangan diringkus saat hendak menaikkan kayu ke atas truk. "Mereka mengaku hanya disuruh oleh seseorang dengan upah Rp 100 ribu per hari, dan akan dibawa kepada pemesan di wilayah Blitar," ungkapnya.

Kini, atas perbuatannya, para pelaku dikenakan pasal 82 ayat 1 huruf b-c, Undang-Undang RI nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan, dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.(end)

Berita Terkait

Kepergok, Tiga Pencuri Kayu Sono Keling Diringkus Polsek Dampit

Diduga Terlibat Kasus Illegal Logging, Oknum Kades Diciduk Polisi

Kades Begal Diduga Terlibat Illegal Logging
Berita Terpopuler
Kembali Dibuka, Tempat Wisata di Blitar Terapkan Protokol Kesehatan
Mlaku - Mlaku  17 jam

Tugu Polisi Monumen Perjuangan Polri Karesidenan Besuki Akan Direnovasi
Tempo Doeloe  16 jam

Hama Ulat Mulai Serang Tanaman Jagung
Ekonomi Dan Bisnis  13 jam

Tahapan Relokasi Pedagang Ojokan Masih Lamban
Ekonomi Dan Bisnis  14 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber