Berita Terbaru :
Ford Sematkan Fitur Ini di Mobil Polisi untuk Membunuh Virus Corona
Microsoft Mulai Gantikan Tugas Jurnalis dengan Robot
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
5 Jam Pencarian, Pemuda Penjaring Ikan Tenggelam Ditemukan Meninggal Dunia
   

Polisi Perpanjang Masa Penahanan Pemutilasi Budi Hartanto
Peristiwa  Jum'at, 14-06-2019 | 18:30 wib
Reporter : Unggul Dwi Cahyono, Muhammad Zainurofi
Kediri pojokpitu.com, Kasus pembunuhan dan mutilasi Budi Hartanto, masih terus berjalan. Akhir Ramadan kemarin, polisi kembali memperpanjang masa penahanan kedua pelaku. Alasannya, polisi masih perlu melengkapi bukti bukti baru serta keterangan saksi. Kuasa hukum pelaku menyebut adanya kemungkinan tersangka baru, berdasarkan hasil rekonstruksi yang digelar, akhir April lalu.

Perkembangan kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap Budi Hartanto, seorang guru honorer di Kota Kediri ini disampaikan oleh koordinator tim kuasa hukum kedua pelaku, Taufik Dwi Kusuma.

Menurutnya, akhir Ramadan kemarin, polisi telah memperpanjang masa penahanan Aris dan Aziz ke - 20 hari kedua. "Ini karena polisi masih perlu melengkapi bukti bukti baru serta menggali keterangan saksi terkait kemungkinan adanya tersangka baru berdasarkan hasil rekonstruksi akhir April lalu,"  kata Taufik Dwi Kusuma , koordinator tim kuasa hukum pemutilasi Budi Hartanto.

Dalam rekonstruksi di sejumlah lokasi berbeda itu, diketahui adanya keterlibatan saudara salah satu pelaku dengan cara turut menyembunyikan sepeda motor milik korban.

Namun, lebih lanjut menurut Taufik, pria tersebut dalam melakukan upaya penyembunyian barang bukti tersebut tidaklah dilakukan secara langsung, melainkan perintah dari sang saudara, sehingga ia takut dan melakukan hal tersebut. Untuk itu, ia berharap ada kebijaksanaan dari pihak kepolisian untuk mempertimbangkan keikutsertaan saudara tersangka itu.

Sementara itu, terkait penerapan pasal, pelaku hanya disangkakan pasal mengenai pembunuhan tanpa direncanakan. Menurutnya, tidak ada hal dalam rekonstruksi waktu yang menerangkan adanya pembunuhan berencana tersebut.

Sebelumnya, seorang guru honorer ditemukan tewas dengan salah satu bagian tubuh yang hilang di dalam koper hitam di bawah Jembatan Udanawu Blitar. Beberapa hari kemudian polisi menangkap dua pelaku, masing - masing Aris dan Aziz .(end)

Berita Terkait

Pemutilasi di Pasar Besar Malang Divonis 20 Tahun Penjara

Kuasa Hukum Terdakwa Hadirkan Ahli Pidana Material

Sugeng Santoso Bantah BAP Polisi

Ada 38 Adegan Dalam Reka Ulang Kasus Mutilasi
Berita Terpopuler
5 Jam Pencarian, Pemuda Penjaring Ikan Tenggelam Ditemukan Meninggal Dunia
Peristiwa  5 jam

Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Metropolis  3 jam

Microsoft Mulai Gantikan Tugas Jurnalis dengan Robot
Teknologi  2 jam

Ford Sematkan Fitur Ini di Mobil Polisi untuk Membunuh Virus Corona
Otomotif  1 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber