Berita Terbaru :
Sehari 100 Perawat Terpapar Covid, Surabaya dan Sidoarjo Paling Banyak
Begini Kata Gubernur tentang Wacana Pasien Covid-19 Dipindah ke Pulau Galang
Pusat UTBK di Surabaya Sediakan Rapid Test Gratis Sebelum Ujian
Guru dan Siswa SMK Buat Mobil Listrik Untuk Pelaku UMKM
Golkar Akan Definitifkan Calon di 9 Kabupaten Kota
Rumah Sakit Surabaya Mulai Adakan Rapid Test Untuk Peserta UTBK SBMPTN
Adik Via Vallen Lapor Pencemaran Nama Baik di Medsos
Antisipasi Konflik, Bupati Lumajang Cek Jalan Tambang
Empat Rumah Ludes Terbakar Akibat Arus Pendek Listrik
Rekomendasi PKB di Pilkada 2020 Jatuh ke Keturunan Raja dan Sosok Kyai
Kasus Perceraian ASN Meningkat di Masa Pandemi
DPD PDIP Belum Terima Surat Rekom Terkait Pilwali Surabaya
Bawaslu Temukan Ratusan Penyelenggara Tak Netral Dalam Pilkada
Digunakan Tempat Prostitusi, Bangli Dibongkar
Curi Bawang Merah, Pelaku Dimassa dan Motor Dibakar
   

Diduga Jadi Tempat Prostitusi, Bangunan Liar Dihancurkan
Mataraman  Jum'at, 14-06-2019 | 13:44 wib
Reporter : Tova Pradana
Madiun pojokpitu.com, Sebuah bangunan liar berdiri diduga dijadikan tempat prostitusi dihancurkan. Penghancuran bangunan tersebut, lantaran mendapat surat edaran penertiban dari bupati madiun.

Bangunan bangunan liar yang berkedok warung berada di tengah persawahan Desa Kecamatan Jiwan Kabupaten Madiun. Bangunan permanen itu dibongkar oleh pemiliknya dibantu oleh warga sekitar.

Sedikitnya terdapat 2 warung yang berada di lokasi tengah sawah tersebut, terpaksa harus dibongkar menyusul pemilik wwarung menerima surat penertiban dan pembongkaran bangunan dari bupati madiun.

Eko Salah, satu pemilik warung, mengatakan, bahwa ia sudah menepati bangunan tersebut selama 20 tahun dan ia tidak pernah mengkoordinasi atau menyediakan prostitusi.

Ia hanya mengaku bersalah bahwa tanah yang di tempati tersebut milik dinas pengairan, ia menyebutkan bahwa disekitar warungnya sering mangkal PSK dan pria hidung belang.

"Saya kerap kali menegur untuk tidak berada di sekitar warung yang buka sampai malam menyediakan makanan dan minuman, untuk orang yang sedang bekerja di area persawahan," kata Eko Yudhisetiawan.

Hal senada juga disampaikan oleh Suradi, pemilik warung soto yang buka dari pagi hingga sore hari juga mendapat surat penertiban pembongkaran bangunan dari Pemkab Madiun.

"Saya mengaku tanah yang ditempati milik negara, akan tetapi tidak menyediakan prostitusi," kata Suradi.

Pihak Pemerintah Kabupaten Madiun, berencana akan membongkar warung tersebut dalam waktu dekat. Akan tetapi pemilik warung memilih untuk membongkar sendiri warungnya, sebelum dibongkar oleh petugas. (yos)




Berita Terkait

Prostitusi Model Cantik Dibongkar, Polisi Tangkap Tiga Mucikari

Prostitusi Model Cantik Dibongkar, Polisi Amankan Tiga Mucikari

Polres Tuban Grebeg Prostitusi Online, Suami Jual Istri Seharga Sejuta

Praktek Prostitusi Threesome di Villa Trawas Dibongkar Polisi
Berita Terpopuler
Kembali Dibuka, Tempat Wisata di Blitar Terapkan Protokol Kesehatan
Mlaku - Mlaku  18 jam

Tugu Polisi Monumen Perjuangan Polri Karesidenan Besuki Akan Direnovasi
Tempo Doeloe  17 jam

Curi Bawang Merah, Pelaku Dimassa dan Motor Dibakar
Peristiwa  5 jam

Hama Ulat Mulai Serang Tanaman Jagung
Ekonomi Dan Bisnis  15 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber