Berita Terbaru :
Begini Kata Gubernur tentang Wacana Pasien Covid-19 Dipindah ke Pulau Galang
Pusat UTBK di Surabaya Sediakan Rapid Test Gratis Sebelum Ujian
Guru dan Siswa SMK Buat Mobil Listrik Untuk Pelaku UMKM
Golkar Akan Definitifkan Calon di 9 Kabupaten Kota
Rumah Sakit Surabaya Mulai Adakan Rapid Test Untuk Peserta UTBK SBMPTN
Adik Via Vallen Lapor Pencemaran Nama Baik di Medsos
Antisipasi Konflik, Bupati Lumajang Cek Jalan Tambang
Empat Rumah Ludes Terbakar Akibat Arus Pendek Listrik
Rekomendasi PKB di Pilkada 2020 Jatuh ke Keturunan Raja dan Sosok Kyai
Kasus Perceraian ASN Meningkat di Masa Pandemi
DPD PDIP Belum Terima Surat Rekom Terkait Pilwali Surabaya
Bawaslu Temukan Ratusan Penyelenggara Tak Netral Dalam Pilkada
Digunakan Tempat Prostitusi, Bangli Dibongkar
Curi Bawang Merah, Pelaku Dimassa dan Motor Dibakar
Ojek Tangguh Wajib Bawa 2 Masker
   

Serang Warga, Sarang Tawon Ndas Dievakuasi BPBD
Mataraman  Kamis, 13-06-2019 | 02:20 wib
Reporter : Herpin Ranoto
Evakuasi dilakukan pada malam hari, untuk menghindari resiko hewan beracun tersebut mengamuk. Foto: Herpin Ranoto
Ngawi pojokpitu.com, Koloni tawon ndas atau vespa affinis, menyerang warga Kabupaten Ngawi. Untuk menghindari kejadian serupa, petugas BPBD dan para relawan, harus mengevakuasi sarang tawon ndas dari sebuah pohon mahoni.

Petugas mendatangi rumah Istamar, warga Desa Jambangan Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi, untuk mengevakuasi sarang tawon ndas atau vespa affinis. Untuk keamanan, petugas menggunakan pakaian khusus, yang dipinjam dari unit pemadam kebakaran. Mencegah amukan ratusan tawon ndas itu, petugas harus menyemburkan air dengan mesin khusus.

Tawon predator tersebut, bersarang pada  pohon mahoni, dengan ketinggian lebih 10 meter. Awalnya saat masih kecil, sarang tersebut dibiarkan oleh warga karena tidak mengganggu. Namun setelah sarangnya, berukuran hingga setengah meter dan  koloninya mencapai lebih ratusan ekor, warga sekitar mulai terganggu.

Menurut Miatun Nafiah, warga Desa Jambangan, pernah suatu saat pemilik lahan diserang sejumlah tawon saat memperbaiki pagar kebunnya. Korban mengalami hiperalergi selama tiga hari, sehingga harus menjalani perawatan ke Puskemas setempat.

Evakuasi, dilakukan pada malam hari, untuk menghindari serangan tawon. Petugas dan relawan menggunakan tangga, untuk mencapai lokasi sarang tawon ndas, di pohon mahoni. Sarang hewan beracun tersebut, diamankan dengan menggunakan karung. Petugas sempat kesulitan, karena posisi sarang tidak menggantung pada dahan, tetapi menempel pada batang pohon mahoni. 

Setelah dilakukan secara hati-hati, evakuasi tawon berjalan aman dan tidak ada petugas dan warga yang tersengat. Sarang vespa affinis, yang berhasil dievakuasi oleh petugas dan relawan, dikembalikan ke habitat alaminya dalam hutan yang jauh dari pemukiman. Hal tersebut, dilakukan untuk menjaga keseimbangan alam. (pul)





Berita Terkait

Petugas Disengat Tawon Ndas Saat Evakuasi Sarang Tawon

Meresahkan Warga, Petugas PMK Ponorogo Usir Sarang Tawon

Menegangkan Evakuasi Sarang Tawon Ndas, Satu Petugas Terkena Sengatan

Petugas BPBD Evakuasi Sarang Tawon di Lokasi PAUD
Berita Terpopuler
Kembali Dibuka, Tempat Wisata di Blitar Terapkan Protokol Kesehatan
Mlaku - Mlaku  18 jam

Tugu Polisi Monumen Perjuangan Polri Karesidenan Besuki Akan Direnovasi
Tempo Doeloe  17 jam

Curi Bawang Merah, Pelaku Dimassa dan Motor Dibakar
Peristiwa  4 jam

Hama Ulat Mulai Serang Tanaman Jagung
Ekonomi Dan Bisnis  15 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber