Berita Terbaru :
Seluruh ASN Kantor BKPP Ngawi Jalani Isolasi Mandiri
Festival Inovasi Disrupto Kembali Digelar Secara Virtual
Strategi Tabung Haji Umroh Ringankan Beban Jamaah Saat Pandemi COVID-19
Penyebaran Covid-19 di Desa Wage Diredam Dengan Tracing Lingkungan
Air Bengawan Solo Berwarna Merah Kehitaman, Diduga Tercemar Dari Hulu
Pemancing Tersangkut Karang, Lalu Digulung Ombak
Ini Patut Menjadi Perhatian, Biker Tewas Dilindas Truk
Di Tengah Pandemi Covid 19, Ekspor Hasil Perikanan Ditarget Meningkat
Selama Pandemi Corona Sudah 5 Nakes Sidoarjo Meninggal Dunia
Pemkab Bondowoso Akan Bangun Rumah Janda Tua Makan Daun Talas
Gandeng Kampus, KPU Kota Blitar Bentuk Sekolah Demokrasi
Bayi Perempuan Ditemukan Tewas di Tepi Pantai Tuban
DKPP Pecat Angota KPU Surabaya Kholid Asyadulloh
Bupati Lumajang Kembali Cekcok Dengan Pengawas PT Luis
Dasar Bejat ! Kakek 68 Tahun di Blitar Cabuli Balita 4 Tahun
   

Diduga Penyalagunaan Keuangan ADD DD, 9 Kades Diperiksa Inspektorat
Tapal Kuda Dan Madura  Rabu, 12-06-2019 | 16:34 wib
Reporter : Andi Nurcholis
Situbondo pojokpitu.com, Sembilan kepala desa di Kabupaten Situbondo dipanggil dan diperiksa petugas kantor inspektorat setempat, pemeriksaan dilakukan lantaran dugaan kesalahan administrasi dan penyalagunaan keuangan dana desa dan alokasi dana desa tahun 2018 kemarin. Penyalahgunaan ADD, DD ini , berdasar dari temuan tindak lanjut BPK-RI atas LKPD Situbondo 2018.

Di Ruang Kepala Sub Bagian Evaluasi dan Pelaporan Kantor Inspektorat Situbondo, satu persatu kepala desa menjalani pemeriksaan. Sebanyak sembilan kades dari Desa Demung , Jatibanteng, Kedung Loh, Palangan, Sopet, Sumber Tengah Talkandang, Sumberejo dan Kalianget, memenuhi pemeriksaan oleh petugas inspektorat.

Dugaan penyalah gunaan keuangan desa hasil dari temuan bpk-ri atas lkpd situbondo tahun 2018 .dari 9 desa bermasalah tersebut , 7 kades memiliki itikad baik untuk mengembalikan dana ADD, DD yang masing masing desa bervariatif.

Sedangkan untuk dua desa, pihak inspektorat telah melakukan pemanggilan namun tidak ada respon lanjutan dari Kades Sumberejo Kecamatan Banyuputih dan Desa Kalianget Kecamatan Banyunglugur. Kepala Desa mengaku, keterbatasan sdm sejumlah aparat desa menjadi pemicu SPJ tak rampung.

Bambang Priyanto, kepala inspektora situbondo, mengatakan, telah melimpahkan permasalahan kades mokong kalianget, kepada kejaksaan negeri situbondo. "Untuk Desa Sumberejo, petugas memberi batas pengembalian dana ADD,DD pada tanggal 19 Juni nanti," kata Bambang Priyanto.

Meski telah memenuhi pemeriksaan inspektorat situbondo, tujuh kades atau pun Plt kades diminta nota asli pengembalian bukti setoran pembelian. Nota asli tersebut atas permintaan BPK-RI. (yos)




Berita Terkait

Diduga Penyalagunaan Keuangan ADD DD, 9 Kades Diperiksa Inspektorat

Kades Diperiksa Bawaslu, Pemkab Madiun Pasrahkan Ke Aparat Pengenak Hukum
Berita Terpopuler
Pemkab Bondowoso Akan Bangun Rumah Janda Tua Makan Daun Talas
Rehat  3 jam

Selama Pandemi Corona Sudah 5 Nakes Sidoarjo Meninggal Dunia
Kesehatan  3 jam

Ini Patut Menjadi Perhatian, Biker Tewas Dilindas Truk
Peristiwa  3 jam

Pemancing Tersangkut Karang, Lalu Digulung Ombak
Malang Raya  2 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber