Berita Terbaru :
Protap Hajatan di Tengah Pandemi Covid 19 Dalam New Normal
Soal Bangli Maospati, Satpol PP Koordinasi Dengan BBWS Solo
Siswa SD Positif Covid-19, Pembelajaran Luring Harus Perhatikan Protokol Kesehatan
Lima Pejabat Mendapatkan Penghargaan Jer Basuki Mawa Beya Dari Gubernur Jatim
Kepala SD Meninggal Akibat Covid 19, 3 Anggota Keluarga Positif
Dijadwalkan Hari Ini, Putusan Sengketa Pemilukada Surabaya Diundur Sabtu
Enam SMA di Ponorogo Akan Jalani Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka
Ribuan Insan Pariwisata Terdampak Covid 19 Terima Bansos
Gubernur Jatim Akan Uji Coba Sekolah Tatap Muka Mulai 18 Agustus Untuk Tingkat SMA SMK
Jelang Pilkada, PAN Ponorogo Belum Tentukan Rekom
Ratusan Pekerja Seni Demo di Depan Gedung DPRD Kabupaten Malang
Mobil Pick Up Terbakar di Kebun Tebu, Seorang Alami Luka Bakar
DPRD Nganjuk Minta Bupati Segera Terbitkan Surat Edaran Sekolah Luring
Gubernur Jatim Bersama TNI Polri Canangkan Program Kedisiplinan Masyarakat
Satpol PP Ngawi Tutup Usaha Material Pasir
   

KPK Kejar Tersangka Syamsul Nursalim di Singapura
Hukum  Rabu, 12-06-2019 | 15:21 wib
Reporter : Iman Pujiono
Jakarta pojokpitu.com, Pemilik Perusahaan Gajah Tunggal, Syamsul Nursalim dan istrinya Itjih Nursalim telah ditetapkan sebagai tersangka oleh komisi pemberantasan korupsi, dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Namun hingga kini, KPK belum bisa menghadirkan dua tersangka tersebut lantaran berada di Singapura.

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, berharap, kasus dugaan tindak pidana korupsi BLBI dengan tersangka Syamsul Nursalim dan istrinya Itjih segera rampung dan limpahkan ke persidangan.

Namun demikian, KPK tak menampik jika kasus ini banyak hambatan termasuk posisi dua tersangka Nursalim dan istrinya Itjih berada di luar negeri.

Menurut Saut, KPK sudah memberikan dua kali kesempatan agar para tersangka datang ke KPK untuk memberikan klarifikasinya. Namun hingga kini keduanya belum ada itikat baik.

Saat ini, KPK sudah melayangkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan atau spdp sejak tanggal 17 Mei 2019, kepada nursalim dan Itjih ke Singapura.

SPDP dikirim di tiga alamat di singapura yaitu the oxley,clum road, dan head office of giti tire. Sementara SPDP untuk Itjih dikediamanya Simprug Kebayiran Lama, Jakarta Selatan.

Dalam kasus itu, KPK menduga negara dirugikan Rp 4, 58 trilun, terkait kewajiban yanh tidak dibayarkan Samsul Nursalim dalam pengambilaliham pengelolaan Bank Dagan Negara Indonesia (BDNI) oleh BPPN. (yos)



Berita Terkait

KPK Kejar Tersangka Syamsul Nursalim di Singapura
Berita Terpopuler
Jika Pimpinan Manfaatkan Anak Buahnya
Konsultasi Psikologi  6 jam

Berburu Sinyal Wifi, Para Siswa Ini Belajar di Pos Ronda
Pendidikan  17 jam

Masker Batik Merah Putih Kemerdekaan Banyak Diburu Warga
Life Style  11 jam

PKB dan PDIP Akan Koalisi Dalam Pilkada Lamongan 2020
Pilkada  5 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Awal September Subsidi Gaji Dari Pemerintah Cair 1,2 Juta
Jatim Awan

Lupa Mematikan Kompor, 1 Rumah di Bojonegoro Terbakar
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber