Berita Terbaru :
Nenek Renta Tinggal Di Gubug Reot Tak Layak Huni
14 Hari Pasca Ultimatum Presiden, Tingkat Kesembuhan Pasien Positif Covid di Jatim Tertinggi di Indonesia
Dinkes Lakukan Tracing dan Swab Di Sarangan
Meninggal Di RS Covid , Keluarga Tolak Dimandikan
Terjatuh Hindari Jalan Berkubang, Pegoes Asal Surabaya Tewas Terlindas Truk Tronton
Habaib-Ulama dan Tokoh Madura Tolak RUU HIP
Persentase Pasien Covid-19 Meninggal di Jatim Melebihi Luar Negeri
Taman Wisata Ngawi Mulai Ramai Pengunjung
Begini Tantangan Peternak Sapi di Tengah Pandemi Covid-19
Pemkab Magetan Gratiskan Rapid Test Bagi Pelajar, Mahasiswa, ASN dan Ibu Hamil
Pipa Gas Lapindo Bocor Resahkan Warga
Perawat Meninggal Akibat Covid 19 Menjadi 12
Sekolah di Tuban Ini Gratiskan Biaya Siswa Baru Selama Setahun
Kabar Gembira, 135 Pasien Covid 19 Kabupaten Mojokerto Sembuh
Ada Lagi Yang Positif Covid-19, Telaga Sarangan Ditutup
   

Penjual Ketupat Pasuruan Mengeluh Harga Bahan Baku Mahal
Ekonomi Dan Bisnis  Rabu, 12-06-2019 | 00:09 wib
Reporter : Abdul Majid
Pasuruan pojokpitu.com, Penutupan hari raya idul fitri tidak lengkap jika tidak memasak ketupat. Maka tradisi ini dimanfaatkan para pedagang di Pasar Bangil Pasuruan, untuk menjual ketupat musiman.

Maka pasar mendadak ramai menjadi pasar ketupat. Sebab pedagang yang biasanya menjual sayur-sayuran berganti menjual ketupat.

Ketupat dibuat dari daun kelapa muda, yang dianyam, hingga berbentuk kotak. Nantinya di isi beras untuk dimasak menyerupai lontong.

Namun saat ini para pedagang mengeluh mahalnya daun kelapa muda. Setiap tahun harga naik per seribu lembarnya. "Sebelumnya hanya Rp 500 ribu saat ini mencapai Rp 600 ribu," kata Pedagang ketupat Kacong Muslik.

Sedangkan untuk ketupat jadi yang sebelumnya dijual Rp 8 ribu untuk 10 biji, saat ini dijual Rp 10 ribu.

Saat ini para pedagang masih bisa menjual ribuan hingga belasan ribu ketupat. Sedangkan keuntungan tidak seperti dahulu, sebab harga bahan baku makin mahal. (pul)



Berita Terkait

Tradisi Mandi di Laut Saat Lebaran Ketupat

Penjual Ketupat Matang Tetap Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

Omzet Penjualan Kurung Ketupat Menurun Drastis

Penjual Ketupat Matang Tetap Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19
Berita Terpopuler
Pengadilan Agama Gandeng Dispendukcapil Untuk Percepat Keluarkan Status
Teknologi  17 jam

Gabungan Forkopimda Ngawi Bubarkan Kerumunan Warga
Peristiwa  16 jam

Dishub Bojonegoro Gelar Operasi Kendaraan Parkir
Peristiwa  15 jam

Sejumlah 14 Destinasi Wisata di Trenggalek Kembali Dibuka Pada Era New Normal
Mlaku - Mlaku  9 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber