Berita Terbaru :
Dikenal Bisa Menangkal Dari Gangguan Ghoib, Gus Idris Pembasmi Dukun Selalu Ramai
Unesa Akan Kembangkan Robot Untuk Penanganan Covid pengatur Suhu
Dinsos Jatim Datangi Keluarga Korban Pembunuhan Bocah 5 Tahun
Obat dan Vaksin Covid-19 Racikan Unair Masuk Tahap Uji Klinis
18 PAC PKB Sepakat Usung Cabup Dan Cawabup Dari Kader Internal
Sebanyak 664 Warga Sidoarjo Sembuh dari Covid 19
Saat Ini Baru Ada 9 Daerah Yang Rekomnya Sudah Turun Dari DPP PDIP
Kecelakaan Beruntun Satu Orang Luka Parah
Tim Gugus Penanggulangan Covid Lamongan Tak Akan Tutup Puskesmas Mantup
100 Dokter Alumni Gontor Ikut Partisipasi Penanganan Covid 19
Polisi Lacak Pelaku Tawuran Di Jam Malam Covid 19
Kesal Dengan Sikap Camat, Ratusan Petani Palawija dan Tambak Datangi Balai Desa
Panen, Petani Tebu Keluhkan Harga Gula Anjlok
Pasokan Bahan Baku Gula Terhambat, Buruh Pabrik Wadul Komisi B DPRD Jatim
Puluhan Santri Gontor Reaktif dan Diisolasi
   

Pedagang Ketupat Ramai Diserbu Warga Tulungagung
Ekonomi Dan Bisnis  Selasa, 11-06-2019 | 20:10 wib
Reporter : Agus Bondan
Kebanyakan warga memilih membeli kulit ketupat dibandingkan dengan membeli janur, karena sudah jarang yang bisa membuat ketupat. Foto Agus Bondan
Tulungagung pojokpitu.com, Lebaran ketupat yang biasa dirayakan 7 hari setelah idul fitri, membawa berkah bagi sejumlah penjual kulit ketupat.

Pedagang ketupat dan janur dadakan berada di sekitar Jalan Raya Abdul Fatah, dan Jalan Raya Kapten Kasihin Tulungagung. Para pedagang ketupat ini telah berjualan sejak dua hari lalu.

Sugito pedagang ketupat mengaku menggelar dagangannya di trotoar ramai pembeli. Namun pada lebaran ketupat permintaan menurun di banding tahun lalu, karena warga banyak memilih membuat lontong dari daun pisang dan plastik.

Sedangkan harga kulit ketupat bervariasai mulai Rp 7 ribu hingga rP 8 ribu per ikat berisi 10 biji. Serta janur Rp 5 ribu hingga Rp 6 ribu per ikat berisi 10 lembar. "Meski penjualan turun, pedagang masih dapat menjual kulit ketupat 400 hingga 600 biji, sedangkan janur 200 hingga 300 lembar," kata Sugito.

Sementara itu bagi warga yang tidak bisa membuat ketupat sendiri lebih memilih membeli kulit ketupat jadi. Para pedagang mendapatkan janur dari wilayah Tulungagung, Vlitar dan Trenggalek. Karena di wilayah tersebut masih banyak warga menanam pohon kelapa. (pul)


Berita Terkait

Pedagang Ketupat Ramai Diserbu Warga Tulungagung

Sebanyak 7 Kasus Laka Lantas Terjadi Selama Ops Ketupat Semeru 2018

Penjual Cangkang Ketupat Dapat Berkah Hari Raya

Amankan Lebaran, Polres Pamekasan Gelar Apel Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2018
Berita Terpopuler
Rumah Bergeser Sendiri Saat Dibangun Gegerkan Warga Ngawi
Peristiwa  9 jam

Tabrak Lari, Pengendara Motor Tewas
Peristiwa  13 jam

Gara-Gara Ngantuk Truk Diesel Tabrak Truk Gandeng
Metropolis  11 jam

Kecelakaan Beruntun Satu Orang Luka Parah
Peristiwa  4 jam



Cuplikan Berita
Mobil Rombongan Gubernur Jawa Timur Kecelakaan di Tol Mojokerto-Kertososno
Pojok Pitu

Dendam Lama, Karyawan Pabrik Kayu Bacok Teman Kerja Pakai Samurai
Pojok Pitu

Dari 51 Peserta UTBK Reaktif, 38 Orang Ternyata Negatif Covid 19
Jatim Awan

Orkemiban, Minuman Tinggi Anti Oksidan Berbahan Daun Kelor
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber