Berita Terbaru :
Risma Ingin PSBB Surabaya Tidak Diperpanjang
BIN Deteksi Kluster Baru Penyebaran Covid-19 di PDAM
Seorang Supervisi Ditetapkan Tersangka Terkait Laka Kerja di PT Enero
Ini Dugaan Motif Kadiyanto Memilih Gantung Diri
Walikota Madiun Buka Sunday Market Dan Utamakan Protokol Kesehatan
Laka Truk Bak Terbuka Mengangkut Belasan Penumpang Terguling, 2 Tewas Seketika
Sekolah Siap Jalani Tatanan Baru New Normal
Dishub Tuban Ciptakan Garis Jaga Jarak Mirip di Moto GP
Wali Murid Khawatir Apabila Anaknya Kembali Masuk Sekolah
Dinas Pariwisata Siapkan Konsep New Normal Sarangan
Tim Gugus Tugas Covid 19 Ponorogo Sudah Lakukan 2000 Rapid Tes
Bupati Intruksikan Tegas Lakukan Pembubaran Tempat Berkumpulnya Warga
KPU Butuh Tambahan Anggaran Rp 9 Miliar Untuk Penerapan Protokol Kesehatan
Cafe Kopi yang Ditemukan 6 OTG Ditutup Sementara
Harga Empon-Empon Anjlok di Pasar Tradisional
   

Pasca Lebaran Idul Fitri, Sejumlah Kos di Surabaya Dirazia
Metropolis  Selasa, 11-06-2019 | 18:45 wib
Reporter : Nanda Andrianta
Surabaya pojokpitu.com, Antisipasi ledakan arus urbanisasi pasca lebaran, Pemkot Surabaya mulai gelar operasi yustisi secara menyeluruh. Operasi yustisi dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan petugas Kelurahan Pakis dan TNI-Polri untuk menjaring pendatang. Hasilnya, petugas mendapati 4 orang pendatang. Satu diantaranya tidak memiliki kartu identitas.

Petugas gabungan dari Kelurahan Pakis Surabaya beserta TNI-Polri melakukan gelar operasi yustisi dengan menyisir kawasan perkampungan yang banyak dihuni para pendatang di Kampung Pakis Tirtosari Surabaya.

"Dalam razia ini, petugas menyisir seluruh rumah kos dan kontrakan untuk memeriksa identitas para penghuni baik itu e-KTP maupun kartu keluarga yang dimiliki," kata Hudaya, Lurah Pakis Surabaya.

Dalam operasi yustisi ini, petugas banyak mendapati pendatang yang sudah lanjut usia dan 4 orang warga non Surabaya yang berhasil didata, rata-rata berasal dari Lamongan dan Malang.

Dari pengakuan satu diantara warga non Surabaya yang sudah lanjut usia, dirinya sudah tinggal di Surabaya selama puluhan tahun dan bekerja serabutan.

"Selain menemukan pendatang yang sudah lanjut usia, petugas juga menemukan pemuda berusia 18 tahun yang mengaku berasal dari Ambon. Karena tidak memiliki identitas, warga pendatang yang tinggal di satu diantara rumah kos ini kemudian dibawa oleh petugas ke kantor Kelurahan Pakis untuk didata karena yang bersangkutan masih belum memiliki pekerjaan dan tak beridentitas," papar Hudaya lagi.

Operasi yustisi secara menyeluruh ini sendiri merupakan instruksi dari Walikota Surabaya Tri Rismaharini, untuk mengendalikan arus urbanisasi di Surabaya.(end)



Berita Terkait

Cafe Kopi yang Ditemukan 6 OTG Ditutup Sementara

Razia Masker, Petugas Temukan Pengendara Tak Memakai Masker

Karaoke Nekat Beroperasi Di Tengah Pendemi Covid-19, 7 Orang Diamankan

Tak Pakai Masker, Sejumlah Pemuda Dihukum Hafalkan Pancasila
Berita Terpopuler
Pemegang Senpi di Polres Malang Diperiksa
Malang Raya  17 jam

Dinas Pariwisata Siapkan Konsep New Normal Sarangan
Mlaku - Mlaku  11 jam

Cafe Kopi yang Ditemukan 6 OTG Ditutup Sementara
Malang Raya  15 jam

Wali Murid Khawatir Apabila Anaknya Kembali Masuk Sekolah
Pendidikan  10 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber