Berita Terbaru :
14 Hari Pasca Ultimatum Presiden, Tingkat Kesembuhan Pasien Positif Covid di Jatim Tertinggi di Indonesia
Dinkes Lakukan Tracing dan Swab Di Sarangan
Meninggal Di RS Covid , Keluarga Tolak Dimandikan
Terjatuh Hindari Jalan Berkubang, Pegoes Asal Surabaya Tewas Terlindas Truk Tronton
Habaib-Ulama dan Tokoh Madura Tolak RUU HIP
Persentase Pasien Covid-19 Meninggal di Jatim Melebihi Luar Negeri
Taman Wisata Ngawi Mulai Ramai Pengunjung
Begini Tantangan Peternak Sapi di Tengah Pandemi Covid-19
Pemkab Magetan Gratiskan Rapid Test Bagi Pelajar, Mahasiswa, ASN dan Ibu Hamil
Pipa Gas Lapindo Bocor Resahkan Warga
Perawat Meninggal Akibat Covid 19 Menjadi 12
Sekolah di Tuban Ini Gratiskan Biaya Siswa Baru Selama Setahun
Kabar Gembira, 135 Pasien Covid 19 Kabupaten Mojokerto Sembuh
Ada Lagi Yang Positif Covid-19, Telaga Sarangan Ditutup
Sejumlah 14 Destinasi Wisata di Trenggalek Kembali Dibuka Pada Era New Normal
   

Berkah Lebaran, Dumbek Jajanan Tradisional Khas Tuban Laris Manis
Icip - Icip  Selasa, 11-06-2019 | 05:26 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Jajajan tradisional berbentuk terompet itu terbuat dari adonan tepung beras, santan kelapa, dan gula merah, yang dibungkus daun siwalan.
Tuban pojokpitu.com, Lebaran Idul Fitri identik dengan suguhan berbagai jenis camilan, kue, maupun minuman. Warga Kabupaten Tuban, memiliki suguhan khas bagi tamu yang datang ke rumah, yaitu dumbek.

Dumbek adalah jajanan tradisional berbentuk mirip terompet kecil, yang terbuat dari gulungan daun siwalan. Sementara bagian dalamnya yang dimakan merupakan campuran adonan tepung beras, santan kelapa, dan gula merah. Beberapa penjual terkadang juga mencampurkann susu, agar terasa lebih gurih.

Menjelang lebaran Idul Fitri seperti ini keberadaan dumbek sangat dicari. Dumbek kerap dijadikan buah tangan saat berkunjung ke rumah kerabat luar daerah. Sementara saat lebaran, jajanan tradisional ini akan dijadikan suguhan khas mendampingi kue-kue kering di meja tamu.

Jumlah produsen dumbek di Kabupaten Tuban tidak banyak. Mereka masih mempertahankan resep dan cara tradisional untuk memasak dumbek. Sehingga banyaknya pesanan yang datang selama lebaran terpaksa ditolak.

Haji Sahenan misalnya, membatasi pesanan maksimal 5 ribu biji per hari. Jumlah ini lima kali lipat dibanding produksi hari biasa yang hanya sekitar seribu biji.

"Tak hanya warga sekitar, pesanan juga banyak datang dari luar Jawa. Bahkan pesanan juga kerap datang dari warga yang bekerja di luar negeri," kata Haji Sahenan.

Dumbek dijual cukup murah antara Rp 1.000 sampai Rp 2 ribu, tergantung campuran adonan yang diminta. Tanpa bahan pengawet, dumbek mampu bertahan sampai 3 hari. Namun jika disimpan dalam lemari pendingin, jajanan basah ini mampu bertahan hingga satu minggu. (pul)







Berita Terkait

Berkah Lebaran, Dumbek Jajanan Tradisional Khas Tuban Laris Manis
Berita Terpopuler
Pengadilan Agama Gandeng Dispendukcapil Untuk Percepat Keluarkan Status
Teknologi  17 jam

Gabungan Forkopimda Ngawi Bubarkan Kerumunan Warga
Peristiwa  16 jam

Dishub Bojonegoro Gelar Operasi Kendaraan Parkir
Peristiwa  14 jam

Sejumlah 14 Destinasi Wisata di Trenggalek Kembali Dibuka Pada Era New Normal
Mlaku - Mlaku  9 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber