Berita Terbaru :
Joko Widodo Beri Penghargana 22 Tenaga Medis Meninggal Dan Beberapa Tokoh Nasional
Protap Hajatan di Tengah Pandemi Covid 19 Dalam New Normal
Soal Bangli Maospati, Satpol PP Koordinasi Dengan BBWS Solo
Siswa SD Positif Covid-19, Pembelajaran Luring Harus Perhatikan Protokol Kesehatan
Lima Pejabat Mendapatkan Penghargaan Jer Basuki Mawa Beya Dari Gubernur Jatim
Kepala SD Meninggal Akibat Covid 19, 3 Anggota Keluarga Positif
Dijadwalkan Hari Ini, Putusan Sengketa Pemilukada Surabaya Diundur Sabtu
Enam SMA di Ponorogo Akan Jalani Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka
Ribuan Insan Pariwisata Terdampak Covid 19 Terima Bansos
Gubernur Jatim Akan Uji Coba Sekolah Tatap Muka Mulai 18 Agustus Untuk Tingkat SMA SMK
Jelang Pilkada, PAN Ponorogo Belum Tentukan Rekom
Ratusan Pekerja Seni Demo di Depan Gedung DPRD Kabupaten Malang
Mobil Pick Up Terbakar di Kebun Tebu, Seorang Alami Luka Bakar
DPRD Nganjuk Minta Bupati Segera Terbitkan Surat Edaran Sekolah Luring
Gubernur Jatim Bersama TNI Polri Canangkan Program Kedisiplinan Masyarakat
   

Berkah Lebaran, Dumbek Jajanan Tradisional Khas Tuban Laris Manis
Icip - Icip  Selasa, 11-06-2019 | 05:26 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Jajajan tradisional berbentuk terompet itu terbuat dari adonan tepung beras, santan kelapa, dan gula merah, yang dibungkus daun siwalan.
Tuban pojokpitu.com, Lebaran Idul Fitri identik dengan suguhan berbagai jenis camilan, kue, maupun minuman. Warga Kabupaten Tuban, memiliki suguhan khas bagi tamu yang datang ke rumah, yaitu dumbek.

Dumbek adalah jajanan tradisional berbentuk mirip terompet kecil, yang terbuat dari gulungan daun siwalan. Sementara bagian dalamnya yang dimakan merupakan campuran adonan tepung beras, santan kelapa, dan gula merah. Beberapa penjual terkadang juga mencampurkann susu, agar terasa lebih gurih.

Menjelang lebaran Idul Fitri seperti ini keberadaan dumbek sangat dicari. Dumbek kerap dijadikan buah tangan saat berkunjung ke rumah kerabat luar daerah. Sementara saat lebaran, jajanan tradisional ini akan dijadikan suguhan khas mendampingi kue-kue kering di meja tamu.

Jumlah produsen dumbek di Kabupaten Tuban tidak banyak. Mereka masih mempertahankan resep dan cara tradisional untuk memasak dumbek. Sehingga banyaknya pesanan yang datang selama lebaran terpaksa ditolak.

Haji Sahenan misalnya, membatasi pesanan maksimal 5 ribu biji per hari. Jumlah ini lima kali lipat dibanding produksi hari biasa yang hanya sekitar seribu biji.

"Tak hanya warga sekitar, pesanan juga banyak datang dari luar Jawa. Bahkan pesanan juga kerap datang dari warga yang bekerja di luar negeri," kata Haji Sahenan.

Dumbek dijual cukup murah antara Rp 1.000 sampai Rp 2 ribu, tergantung campuran adonan yang diminta. Tanpa bahan pengawet, dumbek mampu bertahan sampai 3 hari. Namun jika disimpan dalam lemari pendingin, jajanan basah ini mampu bertahan hingga satu minggu. (pul)







Berita Terkait

Berkah Lebaran, Dumbek Jajanan Tradisional Khas Tuban Laris Manis
Berita Terpopuler
Jika Pimpinan Manfaatkan Anak Buahnya
Konsultasi Psikologi  7 jam

Berburu Sinyal Wifi, Para Siswa Ini Belajar di Pos Ronda
Pendidikan  18 jam

Masker Batik Merah Putih Kemerdekaan Banyak Diburu Warga
Life Style  11 jam

PKB dan PDIP Akan Koalisi Dalam Pilkada Lamongan 2020
Pilkada  6 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Awal September Subsidi Gaji Dari Pemerintah Cair 1,2 Juta
Jatim Awan

Lupa Mematikan Kompor, 1 Rumah di Bojonegoro Terbakar
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber