Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Saat Arus Kendaraan Padat, Jembatan Ngujang Harus Kontraflow
Sabtu, 08-06-2019 | 10:30 wib
Oleh : Agus Bondan
Tulungagung pojokpitu.com, Pada H+3 lebaran, arus lalu lintas kendaraan di Simpang Tiga Ngantru, Jembatan Ngujang, Tulungagung, mengalami peningkatan. Untuk mengurai kemacetan, polisi memberlakukan buka tutup arus atau kontraflow.

Arus lalu lintas didominasi kendaraan dari arah selatan, atau kendaraan yang hendak keluar dari Kota Tulungagung menuju Kediri. Maka kendaraan dari arah utara, atau dari Kediri, dan arus dari timur atau dari Blitar yang hendak masuk ke arah Tulungagung dihentikan. Kemudian dialihkan melalui jalur alternatif. Hal ini untuk menguras kepadatan kendaraan, yang hendak keluar dari Kota Tulungagung.

Berbeda dengan musim mudik lebaran tahun lalu, sistem buka tutup jalur yang dilakukan bisa sampai tiga kali. Untuk kontraflow pada Jumat petang hanya dilakukan sekali, dengan durasi sekitar 10 hingga 15 menit. Setelah kepadatan arus berkurang, petugas kembali membuka jalur dua arah di Jembatan Ngujang.

Menurut AKP Wisnu Setyawan Kuncoro, Kasatlantas Polres Tulungagung, Dalam dua hari ke depan arus di simpang 3 ngantru diprediksi masih mengalami kepadatan. (pul)

Berita Terkait


Tiga Titik Perbaikan Jalan Pantura Situbondo, Wasapadai Kemacetan dan Antrian Kendaraan

Macet, Petugas Tutup Sementara Pertigaan Sumlaran Sukodadi

Arus Balik Meningkat, Jalan Raya Ranuyoso Kembali Macet

Saat Arus Kendaraan Padat, Jembatan Ngujang Harus Kontraflow


Rantai Putus, Tronton Muat Kayu Log Lepas Bikin Macet Lamongan

Antisipasi Banjir dan Macet, Proyek Box Culvert Manukan Dikebut

Petugas Masih Siaga, Antisipasi Kemacetan Jalur Pantura

Macet, Petugas Tutup Sementara Pertigaan Sumlaran Sukodadi

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber