Berita Terbaru :
Batas Waktu 27 September, Semua Paslon Sudah Serahkan Surat Pengunduran Diri
Dua Paslon Kampanye, Calon Walikota Petahana Teno Bagi Masker, Gus Ipul Menyapa Warga Terdampak Banjir
Monumen Kresek Saksi Bisu Sejarah Kekejaman PKI di Madiun
Tren Naik Perkara Perceraian di Tengah Pandemi
Aliansi Cinta NKRI Dukung Polda Jatim Bubarkan Deklarasi KAMI
Tim Patroli Air Jatim Pantau Pembuangan Limbah Industri
Mayat Seorang Perempuan Ditemukan di Lahan Tebu Gegerkan Warga
Seni Lukis Gentong Bekas Jadi Karya Bernilai Tinggi
Ruko Jual Aneka Kerupuk di Area Pasar Baru Ludes Terbakar, Petugas Butuh 3 Jam Padamkan Api
Bawaslu Temukan Oknum ASN Beri Dukungan, Unggah Gambar Salah Satu Paslon Di Medsos
Tim Cyber Polres Blitar Kota Patroli Dunia Maya Temukan Indikasi Kampanye Hitam
Hipakad Jatim : Jika Aksi KAMI Adalah Makar , Maka Mestinya Diproses Hukum
Sampai Saat Ini Pemprov Jatim Belum Menyerahkan KUA PPAS Kepada DPRD Jatim
Lpg Melon Cepat Habis, Diduga Digunakan Untuk Pertanian
Hutan Pohon Pelangi, Spot Selfie Apik Bagi Pengunjung
   

Pembangunan Apartemen di Surabaya Minim Fasum dan Fasos
Metropolis  Sabtu, 07-02-2015 | 15:39 wib
Reporter : Edwin Jaka
Surabaya pojokpitu.com, Ketua Badan Pembuat Perda (BPP) DPRD Surabaya M.Machmud menilai, pembangunan Apartemen mulai diatur Peraturan Daerah (Perda) menyoal minimnya fasilitas umum (Fasum) dan fasilitas social (Fasos). .

hal ini terjadi Sebab, pembangunan Apartemen atau rumah vertikal ini mulai menjamur di Surabaya.

"Pengembang perumahan vertikal atau Apartemen sama-sama menjual hunian bagi konsumen. Namun, penyerahan (Fasum dan Fasos) minim", kata 
Ketua Badan Pembuat Perda (BPP) DPRD Surabaya M. Machmud.

Mahmud menerangkan, selama ini regulasi  dalam Perda menyoal penyerahan Fasum dan Fasos  Apartemen belum ada.

Sejauh ini, Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Manajemen Konstruksi mulai digodok. Tujuannya, agar mekanisme penyerahan fasum dan fasos Apartemen bisa diatur.

Penyediaan Fasum dan Fasos menjadi prasyarat untuk diterbitkannya perijinan. Hal itu juga diatur dalam Undang?undang Nomor 1 Tahun 2011, tentang perumahan dan kawasan pemukiman.

Sementara pengembang perumahan diwajibkan untuk menyerahkan Fasum dan Fasos. Hitungannya penyediaan lahan seluas 500 meter persegi atau 30 persen dari luas areal perumahan.

Disisi lain, pembangunan apartemen sudah mulai menjalar ke wilayah Surabaya.?Memang terlambat pembahasannya. Ditargetkan tahun ini selesai,?kata Machmud yang juga Mantan Ketua DPRD Surabaya Periode 2009?2014 ini.(fer)


Berita Terkait

Pembangunan Apartemen di Surabaya Minim Fasum dan Fasos
Berita Terpopuler
Hutan Pohon Pelangi, Spot Selfie Apik Bagi Pengunjung
Mlaku - Mlaku  12 jam

Tim Patroli Air Jatim Pantau Pembuangan Limbah Industri
Metropolis  2 jam

Monumen Kresek Saksi Bisu Sejarah Kekejaman PKI di Madiun
Tempo Doeloe  1 jam

Angka Pernikahan Dini di Kabupaten Madiun Meningkat 100 Persen
Peristiwa  13 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Massa Hadang Penjemputan Pasien Covid 19
Pojok Pitu

Belasan Kartu Keluarga Dijadikan Bungkus Tempe
Pojok Pitu

Langgar Protokol Kesehatan Pertunjukan Seni Musik Tradisional Dibubarkan Satgas ...selanjutnya
Jatim Awan

Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber